20 Menit Sehari untuk Meningkatkan Kebiasaan Menulis

Published by

on

Beberapa hari lalu, saat pulang belanja dari minimarket, aku melihat sebuah mobil pick-up parkir menunggu giliran menurunkan barang. Satu hal yang menarik perhatianku adalah sebuah tulisan besar yang terpampang di bagian pintu belakang mobil itu. Kata-katanya adalah:

Sibuk adalah alasan palsu, semuanya tergantung prioritas.

Saat membaca kutipan itu, aku sempat merasa geli karena sifatnya yang menyindir. Tapi, setelah dipikir-pikir lagi, menurutku kutipan itu ada benarnya!

Berapa banyak dari kita yang menggunakan alasan ‘sibuk’ untuk menunda segala sesuatu? Berapa banyak dari kita yang ingin menggapai impian, tapi selalu menyesal kemudian karena alasan ‘sibuk’?

Padahal semua impian seharusnya bisa dicapai jika kita punya keinginan kuat untuk menjadikannya kenyataan. Rutinitas sehari-hari yang ‘menyibukkan’ kita seringkali menjadi alasan mengapa impian tersebut sulit terwujud. Di antara yang benar-benar nggak punya waktu, ada saja mereka yang beralasan ‘sibuk’. Buat kamu yang ingin menjadi seorang penulis, apa iya dalam 24 jam kamu benar-benar nggak punya waktu buat menulis? Atau, menulis bukan menjadi prioritasmu?

Kalau menulis bukan prioritasmu, berarti impian menjadi penulis bukanlah hal terbesar dan terpenting untuk hidupmu sekarang.

Setiap mentor yang telah sukses menjalani pekerjaannya, menjual jutaan buku, mendapat banyak klien, selalu menyarankan hal yang sama: membangun konsistensi.

Konsistensi juga bukan melulu soal kuantitas, tapi kualitas. Mau sebanyak atau sesedikit apapun waktu yang kamu punya, tidak akan bermanfaat jika tidak digunakan sebaik-baiknya.

Meskipun kamu hanya punya 20 menit, waktu tersebut lebih berharga dari apapun. Dan rentang waktu tersebut cukup untuk membantumu mengasah dan mempertajam skill menulis, lho.

Mimimoo Illustration (@mimimoo_illustration), adalah seorang ilustrator dan konten kreator yang menjadi inspirasiku untuk membuat artikel ini. Ia sukses menjual jasa dan karyanya yang dimulai dari nol. Dalam videonya yang berjudul ‘How To Build An Art Habit’, Mimi menjelaskan pentingya membuat kebiasaan (habit) secara konsisten.

Video ‘How To Build An Art Habit’ oleh Mimimoo Illustration

Menurut Mimi, memulai sesuatu dari hal yang kecil adalah cara terbaik menuju kesuksesan. Kalau Mimi bisa menggunakan waktu tersebut untuk berlatih menggambar, menurutku kamu juga bisa berlatih menulis!

Yuk, simak tips yang terinspirasi dari Mimimoo Illustration supaya kamu bisa membangun kebiasaan menulis, cukup dengan 20 menit sehari!

Siapkan Peralatan Tempur Sejak Awal

Sebelum memulai menulis dalam rentang waktu 20 menit, ada baiknya kamu melakukan persiapan lebih dulu. Tentukan apakah kamu ingin berlatih menulis dengan tangan atau menggunakan peralatan elektronik.

Kalau kamu lebih suka menulis dengan tangan, berarti kamu membutuhkan peralatan seperti kertas, buku tulis, pensil, pena, dan peralatan lainnya. Kalau kamu lebih suka mengetik, maka kamu membutuhkan ponsel, tablet, laptop, keyboard, mouse, dan lainnya.

Ada baiknya kamu menyiapkan peralatan tersebut terlebih dahulu di malam sebelumnya. Simpanlah di tempat yang mudah dijangkau dan terlihat, terutama dekat dengan tempat kamu akan menulis. Dengan melakukan ini, kamu nggak akan membuang waktu dan tenanga mencari-cari peralatanmu.

Cari Inspirasi dan Ide

Orang bilang, inspirasi bisa datang dari mana saja. Bisa dari hal-hal yang kamu tangkap dengan panca indera, insting, bahkan memori dari masa lalu. Coba amati sekitarmu, apakah ada hal yang menarik perhatian. Jadikan hal tersebut topik yang ingin kamu tulis.

Kalau kamu lagi buntu ide, nggak ada salahnya menggunakan aplikasi sebagai pemicu inspirasi. Misalnya, aku suka menggunakan Pinterest jika ingin mencari inspirasi dalam bentuk gambar. Bisa juga menggunakan AI untuk membantumu mencari topik yang relevan, populer, atau hal apapun. Selain itu, ada juga aplikasi bernama Fortelling yang memiliki fungsi prompt di dalamnya.

Menulis Bebas

Menulis bebas adalah cara tercepat untuk menumpahkan ide yang ada di dalam benakmu. Tulislah hal apapun yang terlintas di kepala, tanpa memedulikan tata bahasa, diksi, atau tanda baca. Mungkin susunan kalimat yang kamu buat masih berantakan, tapi hal tersebut bukanlah fokus dalam menulis bebas.

Yang terpenting adalah gunakan waktu yang ada untuk mengeluarkan semua pikiran, hingga semua tertuang dalam kertas atau laman aplikasimu.

Make It Simple

Karena latihan ini bukanlah untuk membuat karya yang sempurna, maka cobalah untuk menuliskan ide dalam kalimat-kalimat sederhana. Usahakan untuk tidak menggunakan diksi rumit yang maknanya tidak terasa alami untuk dituliskan.

Kamu juga memiliki kebebasan untuk menyimpan tulisan-tulisan itu. Siapa tahu, kamu dapat menggunakannya kembali suatu saat nanti dan mengembangkannya dalam narasi yang lebih detil.

Have Fun!

Yang nggak kalah penting, menulislah untuk bersenang-senang. Waktu 20 menit yang ada adalah ruang berharga yang kamu miliki. Oleh karena itu, jangan merasa terbebani dengan kegiatan ini. Tidak akan ada orang yang mengoreksi, mengkritik atau mencela tulisanmu dalam proses ini.

Ingatlah bahwa kamu sedang membangun sebuah kebiasaan baik yang bermanfaat untukmu. Jadi, jangan sampai ke depannya kamu terpaksa melakukan hal ini. Tulislah hal-hal yang membuat hatimu senang, di tempat yang membuatmu merasa nyaman.

Jika perlu, berilah pengertian kepada orang-orang terdekatmu bahwa kamu membutuhkan waktu 20 menit untuk berlatih menulis. Hal ini agar mereka memahami bahwa menulis adalah kegiatan yang sangat berarti bagimu dan sebaiknya kamu tidak diganggu.

Tips Tambahan

  • Agar lebih fokus saat menulis, kamu dapat menggunakan Teknik Pomodoro yang membantumu tetap fokus.
  • Pisahkan buku catatan per fungsinya. Misalnya, kamu ingin mencari ide hari ini, maka gunakan buku catatan berlabel ‘Buku Bank Ide’ pada halaman sampulnya. Jika kamu ingin menulis puisi, gunakan buku berbeda yang berlabel ‘Buku Ide Puisi’.
  • Agar kamu bersemangat sebelum menulis, lakukanlah ‘ritual’ harian di awal kegiatan. Misalnya, kamu menyediakan secangkir kopi atau teh untuk teman menulis. Atau, kamu lebih suka mandi terlebih dahulu agar tubuh lebih segar.
  • Menulislah di tempat yang nyaman. Pastikan juga ada aliran udara dan cahaya yang cukup di sekitar supaya kamu merasa lebih rileks.

Kesimpulan

Membangun sebuah kebiasaan yang baik tentunya membutuhkan komitmen yang kuat. Jika kamu menginginkan sesuatu, cobalah untuk meyakinkan diri bahwa hal tersebut benar-benar penting bagimu. Dengan begitu, mewujud nyatakan impian bukan lagi hal yang mustahil.

Tapi, ingatlah untuk tidak menjadikan sesi berlatih 20 menit ini beban untukmu. Jika hari ini rasanya kamu tidak sanggup berlatih, masih ada hari esok, kok! Tujuan dari kegiatan ini bukanlah membuat karya masterpiece, tapi mempertajam kemampuan menulismu.

Jadi, tetaplah semangat untuk berkarya, ya!

Semangat nulis!

2 tanggapan untuk “20 Menit Sehari untuk Meningkatkan Kebiasaan Menulis”

  1. ChildMoods Avatar
    ChildMoods

    Terima kasih untuk tipsnya, kak.

    Suka

    1. Mozze Satrio Avatar

      Sama-sama, kak! Semoga bermanfaat, ya!

      Suka

Tinggalkan Balasan ke Mozze Satrio Batalkan balasan