Kategori: Puisi

  • awas, ada monster di hutan!

    awas, ada monster di hutan!

    awas, ada monster di hutan! diam-diam merayap, jejaknya siluman menggerogoti paru-paru mengisap cerutu yang di hulu menjual diri yang di hilir bicara pun tercekik terkubur dalam lumpur tertindih kayu, terantuk batu anak menangis mencari ibu ibu menangis hilang anak cukup bayar upeti, menebus dosa diampuni panglima lewat tivi wajah tersembunyi,…

  • parasit

    parasit

    aku pasrahkan kamu tumbuh aku kira akan jadi kupu-kupu ternyata hanya parasit berkamuflase seperti ulat merajuk sana sini seperti sedang dikuliti padahal kami kasih kamu makan kami kasih kamu uang sampai kamu kenyang tapi sepertinya tak pernah cukup bila akal belum hilang berapa banyak lagi dari kami mesti kamu peras…

  • emotional trashbag.

    emotional trashbag.

    sekedar curahan dari isi pikiran yang sempat penuh.

  • satu titik

    satu titik

    jariku melintasi barisan kata mereka yang beradu rasa

  • laut, maafkan aku sekali ini saja

    laut, maafkan aku sekali ini saja

    aku berdiri di sisi, menatap arusmu yang berkejar-kejaran dalam kebebasan

  • ibu, izinkan aku mencari tepung untukmu hari ini

    ibu, izinkan aku mencari tepung untukmu hari ini

    ibu, lepaskan tanganmu yang telah berkerut dari jemariku

  • suatu hari nanti, kita akan bertemu lagi

    suatu hari nanti, kita akan bertemu lagi

    aku pergi bukan karena membenci bukan karena tak ada cinta lagi

  • empat ratus ribu

    empat ratus ribu

    empat ratus ribu setara delapan kilogram beras putih bila diangkat seorang diri, beratnya tak terperi