awas, ada monster di hutan!
diam-diam merayap, jejaknya siluman
menggerogoti paru-paru
mengisap cerutu
yang di hulu menjual diri
yang di hilir bicara pun tercekik
terkubur dalam lumpur
tertindih kayu, terantuk batu
anak menangis mencari ibu
ibu menangis hilang anak
cukup bayar upeti,
menebus dosa diampuni panglima lewat tivi
wajah tersembunyi, tetap mencuri berlori-lori
gunungan mesin uang
menghapus seribu tubuh dari bumi
nyawa ditukar barang bukti
was, ada monster di hutan!
arogansi terukur, mengobral maaf
menyelimuti kegelisahan dengan daya palsu
iri pada yang jujur, haus menenggak puji
perut kembung
tong kosong nyaring bunyi
kami harus percaya siapa?
monster menerkam
monster merenggut nyawa
rasa bersalah menjadi mitos
dikirimkan lewat angin
terus berulang dalam lima waktu
monster terus menyusun strategi
mengggerogoti timur bumi
mama menangisi tanah tandus

Tinggalkan Komentar di Sini