Di zaman sekarang, susah mencari ide orisinal.
Apa iya?
Sebenarnya, ketika ada seseorang yang berbicara tentang menulis sebuah ide cerita orisinal, apa sih yang dia maksud?
Apakah ide yang sama sekali baru, belum pernah ditulis oleh siapapun sebelumnya? Atau ide abstrak yang sangat aneh dan janggal, yang tidak pernah terpikirkan siapapun? Atau, ide umum yang melewati proses tertentu hingga terasa unik dan beda dari yang lain?
Apa sih Artinya Menjadi Orisinal di Zaman Sekarang?
Berdasarkan definisi dalam KBBI, orisinal memiliki makna asli; tulen. Kata asli sendiri berarti tidak ada campurannya, murni; bukan salinan, tidak diragukan asal-usulnya.
Jadi, bisa diartikan, ide cerita orisinal adalah karya yang murni dibuat oleh seseorang dan bukan hasil tiruan karya orang lain. Bahkan dari definisi KBBI pun nggak menyebutkan bahwa orisinalitas sebuah karya bukan tentang ide yang belum pernah ada sebelumnya.
Kesenian dan kebudayaan literasi sudah ada ribuan tahun, bahkan jauh di tahun Sebelum Masehi. Jadi, kalau dibilang menjadi orisinal adalah tentang menjadi “The One” ala Neo dalam film The Matrix, menurutku itu mustahil.
Namun, kamu bisa kok tetap menjadi seorang penulis orisinal berbekal kesadaran penuh tentang siapa dirimu sebenarnya.
Kalau kamu mau menggali lebih dalam potensimu sebagai seorang penulis, kamu bisa mampir dulu ke artikel ini.
Lalu, di tengah dunia yang sedang bertahan melawan gempuran AI, bagaimana caranya supaya kamu tetap dapat memaknai dirimu sebagai penulis orisinal? Bagaimana caranya supaya karyamu tetap terasa unik, terasa seperti dirimu?
Jangan khawatir. Sini aku kasih tiga latihan mudah yang bisa kamu lakukan di manapun dan kapanpun.
Cari Sumber Inspirasi
Sebenarnya, kenapa sih kamu menulis? Kenapa bisa ada penulis best-seller di dunia ini yang karyanya menyentuh hati manusia? Alasannya adalah karena mereka membuat karya yang relatable. Karya yang menyisir keresahan individu, trauma, hingga isu-isu global.
Namun, menulis juga bukan melulu tentang tragedi. Ada emosi dan sifat yang berbasis pada nilai-nilai positif, seperti cinta, kasih sayang, keluarga cemara, tolong-menolong, kejujuran, dan lain-lain. Nilai-nilai ini juga pantas kok untuk diceritakan dan kamu bagikan ke orang lain.
Intinya, seseorang dapat menulis ketika ia peka terhadap keadaan sekitarnya. Mulai dari lingkungan rumah, bermasyarakat, bernegara, tidak terkecuali gejolak dalam dirinya sendiri.
Latihlah kepekaanmu terhadap dunia sekitar dengan mengaktifkan panca indra. Misalnya, dengan membaca, berdialog dengan orang-orang terdekat, duduk di taman, melihat foto atau lukisan yang indah, mendengarkan lagu, dan lain-lain.
Catat hal-hal yang kamu suka dan tidak suka dari objek-objek tersebut. Perhatikan isu-isu apa saja di luar sana yang memantik emosimu dan mendorongmu untuk melakukan sesuatu.
Latihan Prompt
Setelah mencoba melatih kepekaan terhadap dunia sekitar, waktunya kamu melatih kreativitas. Aku percaya setiap orang memiliki kreativitas. bedanya, ada yang mengasahnya dan tidak. Albert Einstein pernah bilang,
Creativity is intelligence having fun – Albert Einstein
Seseorang dengan kemampuan bernalar yang baik, biasanya juga memiliki kreativitas. Mereka memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu, melalui medium yang beragam. Nah, untuk melatih kreativitasmu agar tetap tajam, kamu bisa mulai dengan berlatih menggunakan prompt.
Dalam kamus Meriam-Webster, kata prompt memiliki arti ‘sesuatu yang mendorong seseorang melakukan sebuah aksi’. Dalam dunia kreatif, prompt dapat hadir dalam bentuk ide atau pertanyaan yang mendorong penggunanya menciptakan karya seni.
Sebagai penulis, kamu dapat menggunakan prompt sebagai ide dasar sebuah tulisan, yang pada akhirnya kamu kembangkan sendiri. Untuk berlatih menulis dengan prompt, saat ini kamu dapat menemukannya dengan mudah. Misalnya:
- ketik ‘writing prompt generator’ di mesin pencari seperti Google, Yahoo, bing, dll.
- gunakan media sosial seperti Instagram, Pinterest, atau Tumblr untuk mencari konten dengan tagar writing challenge atau prompt challenge.
- mampir ke website seperti Reedsy yang menawarkan ribuan writing prompt secara gratis. Bahkan, kamu bisa ikutan kontes dan memenangkan uang ratusan dollar setiap minggunya!
Mengubah Pengalaman Pribadi
Tidak ada orang yang lahir di dunia ini, membuka mata, lalu tiba-tiba bisa melontarkan sebuah ide yang unik. Kalau ada, wah, berarti kamu adalah seorang jenius!
Leonardo da Vinci nggak lahir dan tiba-tiba mencetuskan ide membuat lukisan Mona Lisa. Michaelangelo nggak tiba-tiba bisa memahat dan membuat patung David. Walt Disney nggak tiba-tiba membuat Mickey Mouse.
Setiap dari seniman di atas telah menjalani kehidupan, dengan problematika dan pengalamannya masing-masing. Kamu pun juga begitu. Kamu lahir, bersosialisasi, bertemu berbagai macam orang, emosi, dan pengalaman hidupmu sendiri. Semua itu membentukmu menjadi sosok yang unik, yang terkadang membuatmu merasa berbeda dari orang lain.
Lucunya, bisa jadi ada seseorang di luar sana yang juga merasakan hal yang sama. Bisa jadi ada seseorang yang bercerita hal serupa. Bisa jadi ada orang yang sedang mencari-cari jawaban dari masalah yang sedang mereka hadapi, dan kamu punya solusinya.
Jadikan alasan-alasan di atas sebagai pendorongmu untuk menulis. Kisah yang kamu alami dalam hidup ini bisa menjadi ide yang unik dan otentik, yang nggak semua orang bisa menulisnya. Kamu nggak harus blak-blakan menceritakan kisah hidupmu, apalagi yang pilu, kepada banyak orang.
Kamu bisa menggunakan metafora, menyajikan dalam bentuk fabel, atau mewakilkan perasaanmu lewat tokoh-tokoh cerita yang kamu ciptakan. Tulislah kisah itu dengan kata-katamu sendiri. Nggak ada orang yang menuntutmu jadi seorang Shakespeare, lihai berpuisi ala Khalil Gibran atau Rumi.
Kesimpulan
Menulis itu bukan tentang menjadi berbeda dari orang lain. Bukan tentang obsesi menjadi anomali di tengah dunia yang sibuk . Menulis itu tentang menjadi jujur pada diri sendiri, mengakui keberadaan hidupmu, lingkungan, serta isu-isu yang sekiranya perlu menjadi perhatian bersama.
Menghasilkan ide cerita orisinal bukan lagi seperti ilmuwan yang menciptakan zat baru. Kreativitas itu cukup bersanding dengan kepekaanmu terhadap dunia sekitar.
Kamu tetap bisa menulis dengan menjadi dirimu sendiri, membagikan kisah dengan caramu, tentang dirimu atau lingkunganmu. Selamat, kamu sudah menjadi seorang penulis dengan ide orisinal!

Tinggalkan Komentar di Sini