Bagaimana Cara Memulai Menulis Cerita Fiksi untuk Pemula?

Published by

on

Salah satu pertanyaan yang sering aku temukan di media sosial adalah kalimat berikut:

‘Gimana sih caranya memulai menulis fiksi? Aku masih pemula.’

Menulis adalah kegiatan yang menyenangkan. Nggak hanya menjadi sarana untuk menuangkan isi hati dan pengalaman hidup. Kamu juga bisa menulis untuk mengekspresikan kreativitas dan ide baru. Apalagi sekarang banyak platform yang memberikan komisi kepada penulis-tentu saja setelah karyamu mencapai angka pembaca tertentu.

Bahkan nggak perlu menunggu tulisanmu masuk ke penerbit. Kamu bisa menentukan sendiri harga tulisanmu, dengan harga yang terjangkau.

Sebelum keburu ngiler dengan cuan yang berdatangan dari menulis fiksi di platform daring, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan. Terutama untuk kamu yang ingin memulai menulis fiksi, tapi masih pemula.

Daftar Isi

Langkah Awal: Kenali Dirimu

Sebelum mulai membuat karya, ada satu hal yang perlu kamu kenali. Yaitu, dirimu sendiri. Coba deh kamu jujur dengan dirimu sendiri sambil jawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

  • Apa motivasi atau tujuanku menulis?
  • Apa genre buku yang membuatku bersemangat?
  • Bagaimana kemampuan menulisku saat ini?
  • Berapa banyak waktu yang aku punya untuk menulis setiap harinya?

Untuk daftar pertanyaan yang lebih detail, silakan kamu unduh dan simpan dokumen PDF ‘Menemukan Diriku: Edisi Penulis’ berikut!

Cover E-Book ‘Menemukan Diriku’

Jawablah setiap pertanyaan dengan jujur. Setelah selesai mengisi setiap pertanyaan, evaluasilah dirimu. Ambil hal-hal yang baik sebagai motivasi dan jadikan kekuranganmu sebagai energi untuk menjadi versi diri yang lebih baik.

Kumpulkan Ide

Setelah kamu tahu siapa dirimu, apa yang mau kamu tulis, serta tujuanmu menulis, sekarang waktunya kumpulin ide!

Ide bisa datang dari mana saja. Mulai dari pengalaman hidup sendiri, curhatan teman, keluarga, isu sosial yang sedang viral, bahkan dari imajinasimu sendiri.

Kalau kamu kehabisan stok ide, kamu juga bisa mencari prompt di media sosial, seperti Instagram atau Pinterest. Ada juga aplikasi ponsel seperti ‘Fortelling’ (tersedia di Android dan iOS).

Kamu juga bisa menggunakan ChatGPT untuk membantumu menyusun prompt. Misalnya berdasarkan genre favorit, target pembaca, bahkan platform mana yang paling tepat untuk mempublikasikan karyamu.

Catat semua idemu dalam buku ‘Bank Ide’ khusus. Atau gunakan aplikasi catatan online supaya kamu bisa mengaksesnya kapan dan di mana saja.

Membangun Rutinitas Menulis

Untuk memulai menulis fiksi, kamu juga harus menyediakan waktu khusus. Kenapa? Karena menulis adalah sebuah skill atau keterampilan.

Sama halnya ketika seseorang ingin menurunkan berat badan. Untuk mendapatkan tubuh yang ideal, tentu tidak mungkin mencapainya dalam waktu satu hari. Ia harus mendedikasikan waktu untuk berolahraga, setidaknya 20-30 menit sehari. Jika ia rutin berolahraga, hasilnya lama kelamaan akan terlihat.

Begitu pun menjadi seorang penulis yang handal. Kamu nggak akan bisa menjadi seorang penulis sekelas Leila S. Chudori, Dee Lestari, bahkan Stephen King yang telah menjual jutaan eksemplar. Sebuah ketrampilan butuh latihan, kegagalan, rasa putus asa, sebelum akhirnya mencapai kesuksesan.

Untuk membangun rutinitas pun sebenarnya nggak perlu komitmen yang besar. Jika kamu hanya punya15 menit untuk menulis setiap hari, maka waktu itu sudah cukup. Untuk saat ini.

Hebatnya, otak kita tuh suka banget dengan rutinitas, sesingkat apapun waktunya. Yang penting, rutinitas itu kamu lakukan dengan berkualitas.

Cobalah untuk mempertahankan rutinitas itu selama 1 bulan, lalu perpanjang hingga 3 bulan. Percaya deh, lama kelamaan tubuhmu akan nagih untuk menjadikan rutinitas itu bagian dari hidup. Seperti bernapas, rutinitas itu akan terasa alami bagi tubuhmu!

Tips Mengatasi Writer’s Block

Writer’s Block adalah sebuah kondisi di mana seorang penulis yang biasanya terampil menulis, tiba-tiba kehilangan rasa dan minat untuk berkarya. Faktor penyebabnya beragam, antara lain:

  • terlalu perfeksionis, ingin membuat karya yang sempurna
  • overthinking, mulai dari rasa takut menerima kritikan, tak memiliki pembaca, merasa karya jelek
  • merasa minder, karena sering membandingkan karya sendiri dengan orang lain
  • target yang ingin dicapai ketinggian, sehingga cepat kecewa ketika tidak tercapai

Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Kamu bisa intip tulisanku yang ini: 5 Tips Melawan Writer’s Block Agar Terus Produktif Menulis. Kalau kamu sedang mengalami writer’s block, semoga kamu bisa melewatinya, ya!

Di era digital saat ini, menulis cerita fiksi memiliki tantangan yang beragam. Tapi, sebagai pemula, jangan patah semangat, ya! Kalau kamu baru mulai, cobalah untuk nggak melihat titik akhir, tapi nikmati perjalananmu dulu sebagai seorang penulis.

Meski banyak penulis di luar sana, kamu tetaplah seorang individu yang unik. Pasti akan ada seseorang di sana yang sedang menunggu karyamu dan pasti akan menemukanmu.

Semangat menulis!

Tinggalkan Komentar di Sini