Ketika membaca buku, pernah nggak kamu memperhatikan penampilan buku tersebut? Bukan hanya segi estetika pada sampulnya, tapi layout atau susunan tampilan naskah dalam buku. Misalnya, ukuran judul, isi cerita, jarak per baris, nomor halaman, hingga tampilan header dan footer dari buku tersebut.
Ternyata, pengaturan layout buku juga bisa mempengaruhi kenyamanan membacamu, loh.
Buku terasa mudah dipahami dan dibaca dalam waktu yang lama, ketika mata merasa nyaman melewati setiap barisan huruf dan alineanya. Apalagi jika kamu tipe penulis yang mementingkan pengalaman visual bagi pembacamu. Misalnya, penambahan ilustrasi untuk cerita fantasi atau petualangan, pengaturan spasi sebagai bentuk eskpresi, dan lain-lain.

Supaya tampilan naskahmu sedap dipandang mata, kamu bisa menggunakan jasa profesional seorang layouter buku. Namun, jika kamu belum memiliki budget, nggak ada salahnya kok melakukan layouting sederhana yang dapat kamu lakukan sendiri.
Jika kamu memiliki rencana untuk menerbitkan naskah novel secara mandiri, kamu bisa mengikuti langkah-langkah layouting sederhana berikut.
Susunan ini juga aku gunakan untuk naskahku, dan kamu bebas untuk meniru atau memodifikasi sesuai kebutuhan. Pastikan kamu menggunakan program atau aplikasi menulis seperti Google Docs atau MS Word, ya.
1. Atur Ukuran Halaman & Margin
- Masuk ke File > Page Setup
- Gunakan ukuran A5 untuk versi digital.
- Gunakan margin 1 inci di semua sisi. Tambahkan 0.5 inci di sisi dalam jika ingin dicetak dan dijilid.
2. Pilih Font & Ukuran yang Nyaman
- Beberapa tipe font atau huruf yang seringkali digunakan untuk naskah adalah tipe serif. Misalnya Times New Roman, Georgia, atau Garamond.



- Gunakan ukuran huruf 11–12 pt untuk teks utama.
- Gunakan spasi 1.15 atau 1.5 untuk menjaga kenyamanan membaca. Ada juga penulis yang menggunakan spasi double untuk naskah mereka. Tapi, kamu bisa menentukan jarak spasi ini sesuai selera saja.
3. Format Bab & Subbab
- Gunakan Heading 1 untuk judul bab, Heading 2/3 untuk subbab
- Mulai setiap bab di halaman baru. Tekan Ctrl + Enter pada keyboard untuk Page Break, sehingga bab baru dimulai pada lembar baru.
- Judul bab biasanya menggunakan Align Center atau Left dan dicetak tebal (Bold).
- Atur setiap baris pertama paragraf lebih masuk ke dalam (Indent), untuk membedakan setiap paragraf baru. Kamu bisa mengatur jarak secara otomatis dengan menggunakan Indent pada toolbar atau mengatur ‘First Line Indent’ secara manual pada Ruler.
4. Tambahkan Page Number & Header
- Masuk ke Insert > Page Numbers, pilih posisi bawah kanan
- Untuk Header, klik dua kali bagian atas halaman, tambahkan judul novel atau nama penulis. Atur ukuran huruf lebih kecil dari naskah utama.
- Gunakan Section Breaks jika ingin header berbeda di tiap bab
5. Buat Halaman Judul & Daftar Isi
- Halaman Judul: atur Align pada posisi Center, isi dengan judul, diikuti dengan subjudul (bila ada), dan nama penulis
- Daftar Isi: Gunakan heading untuk bab, lalu Insert > Table of Contents agar otomatis terisi. Atur tampilan sesuai dengan kebutuhan.
6. Review & Finalisasi
- Setelah penyuntingan naskah telah final, jangan lupa untuk mengecek kembali konsistensi font, spasi, dan heading.
- Gunakan fitur Spelling & Grammar untuk proofreading, jika kamu menulis dalam bahasa asing.
- Simpan sebagai PDF: File > Download > PDF Document
Bila mau mencoba menggunakan template layout yang aku gunakan, kamu bisa mengunggah file di bawah ini. Pastikan program atau aplikasi yang kamu gunakan mendukung format file .docx ya.
PERINGATAN! Dilarang untuk menjual kembali template ini demi keuntungan pribadi. Kalau kalian ingin menjual template sendiri, silakan modifikasi terlebih dahulu sesuai keinginan.
Semoga konten ini bermanfaat, ya! Semangat nulis!

Tinggalkan Komentar di Sini