Konsisten: Ringan di Bibir, Berat di Aksi

Published by

on

Sejauh ini, akhir bulan Juli mungkin jadi titik terendahku di tahun ini. Di saat aku meminta banyak hal untuk kebaikan kepada semesta, eh ujian datang bertubi-tubi. Aku udah mendorong diriku sendiri untuk membuat konten terus-menerus dalam 2-3 minggu terakhir bulan Juli. Aku punya harapan besar untuk menaikkan engagement akun Instagram-ku.

Eh, ternyata masih tetap di situ aja. Jumlah followers nggak meningkat, pembaca juga mentok di situ aja. Padahal, aku udah ngikutin saran dari Instagram, nyusun materi, tapi tetap nggak merasakan perubahan. Akhirnya, aku jadi overwhelmed dengan jadwalku sendiri. Awalnya aku berpikir punya jadwal yang padat adalah cara yang baik buatku untuk terus konsisten. Aku ‘mendorong’ diriku untuk terus membuat konten demi menaikkan branding.

Tapi, nyatanya, strategiku mungkin nggak tetap sasaran. Mungkin ego di dalam diriku masih ketinggian.

Ketika aku berusaha fokus untuk menaikkan akun media sosialku, akhirnya berujung pada kucing-kucingku terbengkalai. Kesehatan mereka terganggu. Bahkan, ada satu yang harus aku titipkan di vet karena kondisinya tiba-tiba memburuk.

Ditambah lagi, tabunganku kian menipis. Aku berusaha mencari pemasukan tambahan, tapi belum juga membuahkan hasil. Pikiranku jadi ke mana-mana, ketakutanku terus bertumpuk, sampai akhirnya…aku nangis. Yes, nangis sendirian di depan layar laptop. Aku jadi minder (dan mungkin kasihan?) dengan diriku sendiri, yang begitu lemah.

Padahal kalau dipikir, pasti masih banyak orang yang kondisinya lebih nggak beruntung dibandingkan dengan hidupku saat ini. Aku merasa nggak bisa melakukan apapun dengan benar, dan udah membuang-buang waktu mengejar mimpi yang rasanya begitu jauh. Apalagi, aku nggak punya teman dan keluarga dekat yang mendorongku untuk terus berusaha.

Aku sampai meminta maaf ke orang-orang terdekat. Mungkin hambatan yang aku alami sekarang adalah manifestasi dari penyakit batin yang nggak terselesaikan. Mungkin ada orang yang marah padaku tanpa aku tahu. Mungkin hal-hal yang aku lihat sebagai kebaikan selama ini sebenarnya sikap pamrih yang berkamuflase.

Jujur, aku awalnya semangat menyambut bulan Agustus dan berkomitmen lebih untuk membuat konten di Instagram. Aku udah buat jadwal konten full sampai akhir bulan, tapi…sepertinya aku harus berpikir ulang untuk membuat jadwal sepadat itu. Aku harus memperbaiki daftar prioritasku bulan ini, sambil mikirin gimana caranya nambah penghasilan, hehe. Ditambah lagi, aku harus fokus pada masa pemulihan kucingku yang butuh perhatian lebih.

Aku juga harus fokus menyelesaikan tulisanku di Karyakarsa dan Wattpad.

Jadi, kalau kamu nggak melihatku aktif di media sosial, post ini jadi alasannya.

Terima kasih ya kalau kamu membaca post ini. Aku jadi curhat sedikit karena kepalaku rasanya penuh banget. Semoga minggu kalian hari ini menyenangkan!

Tinggalkan Komentar di Sini