aku berdiri di sisi, menatap arusmu yang berkejar-kejaran dalam kebebasan
engkau menderu riang, bermain-main bersama awan yang memeluk langit
di antara ombakmu, adakah yang mencium tepian tanah para anak Syam?
ayahnya telah ditembak mati memanggul tepung
ibunya menangis sambil membakar kayu, di depan tungku kosong
tak ada roti, hanya garam dan air untuk menghibur lidah tandus
laut sayang, maafkan aku yang tak berdaya ini
kali ini saja
kutitipkan sebotol beras
bawalah ia ke pantai Gaza
dengan izin semesta
sajak ini aku buat untuk mengangkat kisah warga Mesir, Libya, Tunisia, Aljazair dan Maroko melemparkan botol berisi beras ke laut. Aksi tersebut dilakukan sebagai ekspresi putus asa mereka terhadap pemerintahan Arab dan juga dunia yang tak mampu melakukan apapun untuk menolong Palestina.



Tinggalkan Komentar di Sini