Belajar Konsisten dengan Ikutan Event ‘Gerimis30Hari’ di Instagram

Published by

on

Bulan kemarin aku merasa nggak memiliki motivasi yang cukup untuk menulis secara konsisten. Rasanya aku nggak bisa produktif dan membuat karya yang menunjukkan gayaku sebagai seorang penulis.

Aku bahkan sempat berpikir untuk mengambil hiatus panjang dari aku media sosialku. Aku ingin fokus menyelesaikan novel yang aku unggah di platform digital.

Event Menulis ‘Gerimis30Hari’

Ketika mengetahui event ‘Gerimis30Hari’ di Instagram, akhirnya aku nekat mendaftar. Acara ini dibuat oleh komunitas menulis Gerimis30Hari dan penerbit Ellunar Publisher, di mana peserta dapat mengikuti event secara gratis.

Syaratnya pun cukup mudah, peserta diminta untuk konsisten menulis selama bulan Juni, dengan mengunggah satu buah karya setiap hari. Dari tanggal 1 hingga 30 Juni, peserta akan memiliki 30 buah tulisan. Di akhir acara, peserta yang terpilig akan dapat mengikutsertakan karya mereka dalam sebuah buku antologi.

Ternyata, aku merasakan manfaat dari mengikuti event menulis seperti ini. Meski ini bukan pertama kalinya bagiku, ‘memaksakan’ diri untuk menulis dalam event Gerimis30Hari memiliki dampak positif padaku. Diantaranya:

Memaksa Diri Keluar dari Writer’s Block

Aku percaya writer’s block terjadi karena pikiran kita sendiri. terlalu overthinking, minder, dan nggak punya disiplin bisa bikin kamu terjebak dalam kepalamu sendiri. Menulis adalah sebuah keterampilan, dan satu-satunya cara supaya kamu semakin jago nulis adalah dengan …ya, terus menulis. Nggak ada cara lain.

Terkadang, memaksakan diri untuk menulis adalah jalan terbaik untuk menghancurkan tembok yang menghalangimu untuk terus berkarya. Ketika kamu nggak bisa menghadirkan kualitas, setidaknya teruslah berkarya demi kuantitas.

Memperkenalkan Tulisanku Kepada Orang-orang Baru

Ketika kamu sedang menggemari sesuatu, salah satu hal yang dapat kamu lakukan untuk terus berkembang adalah bergabung dalam komunitas. Kehadiran komunitas bisa memicumu untuk terus berkarya. Di dalamnya banyak anggota yang memiliki kegemaran atau hobi yang sama, sehingga kamu akan menemukan orang-orang yang cocok denganmu.

Nggak semua orang di komunitas harus menjadi temanmu. Tapi, mengetahui ada seseorang di luar sana yang peduli dengan apa yang kamu sukai rasanya lebih melegakan, kan? Setidaknya, kamu bisa menggunakan kehadiran mereka untuk menjadi pembaca tulisanmu. Kamu juga bisa belajar dari karya-karya mereka, sehingga bisa menjadi penulis yang lebih baik.

Ajang Test Drive Simpanan Karya yang Belum pernah Muncul di Permukaan

Untungnya, event ‘Gerimis30Hari’ nggak punya syarat yang neko-neko. Setiap peserta bebas mengunggah karya apapun. Mulai dari artikel, jurnal, flash fiction, bahkan menulis cerita bersambung.

Awalnya, aku mencoba untuk menjadi idealis dengan menulis cerita lepas setiap harinya. Namun, ternyata aku nggak sanggup untuk melakukan itu. Aku merasa kesulitan membuat ide-ide baru setiap harinya. Pada akhirnya, di antara cerita lepas yang aku unggah, aku memutuskan untuk membuat cerita bersambung.

Dua cerita bersambung yang aku buat pun sebenarnya hanya draft dari ide lama yang belum sempat aku tulis. Aku menggunakan event ‘Gerimis30Hari’ untuk menumpahkan ide-ide tersebut. Mau nggak mau, aku mengharuskan diriku untuk menyusun alur cerita dari ide lama tersebut.

Dengan menuangkan ide-ide tersebut dalam tulisan pendek, aku bisa menguji alur cerita yang aku miliki apakah benar-benar menarik. Aku juga bisa menimbang apakah cerita tersebut memiliki potensi untuk diselesaikan.

Akhirnya, sekarang aku jadi punya 3 draft cerita! Selain Lukas’, aku juga mencoba untuk menggarap Di Sela Cangkir Kopi’ dan ‘Dunia Tanpanya’. Doain aku bisa menyelesaikan semua tulisan itu, ya!

Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Meski hasilnya mungkin nggak maksimal, di akhir event aku merasa lega karena berhasil menulis selama 30 hari non-stop. Targetku dalam mengikuti acara ini pun bukan untuk masuk ke dalam buku antologi. Aku butuh event ini untuk membuktikan kepada diriku sendiri bahwa aku bisa!

Bahwa menjadi konsisten itu bisa dilakukan kalau ada kemauan. Bahwa menjadi konsisten butuh proses dan peluang. Di akhir bulan Juni, aku jadi merasa bahwa aku bisa menaklukan writer’s block kapanpun aku mau. Asalkan aku punya kemauan kuat untuk terus menulis, everything is possible!

Kesimpulan

Menurutku, menjadi seorang penulis yang hebat itu bukan tentang kemampuan membuat berbagai macam karya dalam waktu singkat. Nggak ada salahnya jika kamu punya segudang ide. Namun, ide-ide itu nggak akan ada artinya kalau kamu nggak mewujudkannya dalam sebuah karya nyata.

Dengan mengikuti event menulis, kamu dapat melatih dirimu untuk menjadi seseorang yang konsisten. Dengan terus menulis, kamu dapat memaksa diri keluar dari writer’s block, bahkan berkenalan dengan calon pembaca baru.

Nggak hanya dapat mengenalkan karyamu kepada banyak orang, kamu bisa menambah rasa percaya diri. Karena siapa lagi yang dapat menyayangi karyamu kalau bukan kamu sendiri?

Kalau ada informasi tentang event menulis, jangan ragu untuk ikutan, ya! Setahuku, ‘Gerimis30Hari’ juga akan diadakan lagi di bulan Desember. Siapkan karya terbaikmu, dan tunjukkan bahwa kamu dapat menulis selama sebulan.

Semangat menulis!

Tinggalkan Komentar di Sini