setara delapan kilogram beras putih
bila diangkat seorang diri, beratnya tak terperi
butuh 5 hari untuk menghitung per biji
per nama yang hanya tercetak pada kertas
dibacakan keras-keras di tanah lapang
tapi tak ada yang mendengar
sekedar angka lalu
benda mati
di bawah reruntuhan pasir dan besi
seorang anak meringkuk sendiri
ibunya mati, bapaknya mati
kakaknya mati, adiknya mati
kakeknya mati, neneknya mati
bibinya mati, pamannya mati
temannya menangisi di tepi
canda tawa berganti sunyi
Tangisan menggetarkan bumi
Yang tersisa cahaya Ilahi
dan pembalasan di tanah suci
kerinduan pada kemerdekaan diri
yang tampak mustahil tapi pasti
yang jahat mengelu-elukan diri
seakan paling menderita sendiri
yang zalim pilih bunuh diri
terkencing-kencing lawan singa wangi asiri
kuburan berbau mesiu
di tanah anak syam yang kelaparan
ditembaki bagai hama
Mimpinya menguap ke langit
seperti cincin di tengah padang pasir
menembus 1000 tahun
menyentuh kaki Yang Mulia
sebutir beras memekik
tolong carikan
hati manusia, suara manusia,
ada di mana?

Tinggalkan Komentar di Sini