Cara Membuat Hook Cerita yang Menarik Perhatian Pembaca

Published by

on

Pernah nggak sih waktu kamu lagi bersih-bersih halaman depan, nggak sengaja nguping ibu-ibu yang lagi asyik ngerumpi? Kamu pura-pura nyapu, diam-diam geser mendekat dan ingin ikutan nimbrung ngomongin gosip terpanas di RT-mu.

“Eh, tahu nggak sih kalau si Ibu A ternyata punya selingkuhan?”

“Si Bapak B tuh udah dipecat dari kantornya, sekarang nganggur!”

“Anaknya si Ibu C kan nggak keterima di Universitas X! Masuknya nyogok!”

“Si Ibu D kasian, deh. Dia sakit parah dan udah dirawat 2 minggu di rumah sakit.”

Wah, panas banget, ya, di kuping? 🔥

Dari kalimat itu aja, kamu langsung tertarik dan betah berlama-lama di luar hanya untuk mendengar lanjutan ceritanya. Kok bisa ya ibu-ibu itu bikin cerita mereka kedengaran seru? Padahal kalau dipikir, topik yang mereka bicarakan (sayangnya) udah umum terjadi di masyarakat.

Nah, kekuatan mereka ada di hook, atau elemen di awal yang tugasnya memancing perhatian pendengar. Dengan adanya hook, pendengar jadi tertarik untuk terus mendengarkan cerita hingga akhir. Nggak pakai ba bi bu, si ibu langsung memancing pendengar dengan menceritakan konflik terbesar. Ia menyusun kalimat sedemikian rupa, supaya mendapatkan reaksi dari ibu-ibu lainnya.

Dalam konteks ini, si ibu-ibu rumpi sepadan tugasnya dengan penulis yang memainkan hook di awal cerita untuk memancing reaksi pembaca. Terus, gimana caranya nulis hook yang bikin pembaca tertarik pada ceritamu?

Daftar Isi

  1. Bab Pertama: Penentu Nasib Ceritamu
  2. Bab Pertama: Gunakan Hook yang Meninggalkan Kesan Kuat
    1. Mulai dengan Aksi Dramatis
    2. Tampilkan Latar yang Misterius
    3. Tunjukkan Sisi Paling Menonjol dari Si Tokoh Utama
    4. Buatlah Pernyataan yang Tematik
  3. Kesimpulan

Bab Pertama: Penentu Nasib Ceritamu

Jangan meremehkan kekuatan bab pertama. Sekarang bukan lagi jamannya kamu memulai cerita dengan kalimat klise bak dongeng antah-berantah. Kalimat pembuka seperti “Pada suatu hari yang cerah…” atau “Ketika aku terbangun dari tidur…” nggak akan bikin pembaca lanjut membaca ceritamu.

Memang nggak salah sih kalau kamu memulai cerita dengan kalimat itu. Boleh aja sesekali dipakai, apalagi kalau kamu baru mau mulai menulis. Tapi, coba deh bayangkan berapa banyak buku dan cerita di luar sana yang memulai dengan kalimat itu? Berapa banyak juga buku yang udah dibaca calon pembacamu? Begitu sampai pada ceritamu, dia jadi ilfeel sebelum memulai karena pembukaanmu biasa aja.

Bab Pertama: Gunakan Hook yang Meninggalkan Kesan Kuat

Seperti sudah aku sebutkan di atas, hook adalah elemen yang tampil di awal cerita, yang tugasnya menarik perhatian pembaca. Munculnya hook di momen yang tepat akan bikin pembaca mau membalik halaman dan terus membaca ceritamu.

Ada beberapa cara yang dapat kamu gunakan agar hook-mu bikin pembaca antusias saat membaca bab pertama:

Mulai dengan Aksi Dramatis

Buat kamu yang suka menulis cerita ber-genre misteri, thriller, bahkan fantasi, coba deh mulai ceritamu dengan adegan dramatis. Misalnya, si tokoh utama muncul pertama kali dalam sebuah percekcokan yang panas.

Atau seperti dalam buku ‘The Affinities’ karya Robert Charles Wilson. Adam Fisk, si tokoh utama, digambarkan terjebak dalam situasi mencekam di bab pertama. Saat hendak bertemu dengan sahabatnya, Adam malah menjadi target pemukulan polisi yang sedang mengamankan kerusuhan demonstrasi buruh. Padahal, ia hanya sekedar lewat dan tidak ikut serta dalam demo.

Adegan tersebut membuat tegang sejak awal, dan bikin pembaca penasaran apakah si Adam berhasil selamat dari pemukulan tersebut.

Menyusun adegan dramatis di bab pertama nggak harus melulu melibatkan pertengkaran fisik, kok. Kamu bisa mengulik berbagai macam konflik yang pas, sesuai dengan kebutuhan cerita dan penokohan tokoh utamamu.

Tampilkan Latar yang Misterius

Daripada menggunakan “Di suatu hari yang cerah” atau “Malam begitu sunyi, bulan bersinar terang”, tampilkan sisi misterius dari latar ceritamu. Misalnya, cuaca siang hari yang terik biasanya identik dengan kesibukan kota dan mobil yang berlalu lalang. Kesan misterius dapat muncul ketika kontras terjadi. Contoh:

Di Solaris, matahari tak segan berdiri tegak di atas kepala, membuat siapapun yang melintas banjir keringat. Namun, aku menyadari bahwa kota ini jauh dari tanda-tanda kehidupan. Tak ada angin bertiup. Suara burung dan serangga bagaikan mitos belaka. Rasanya, udara telah menelan setiap suara di bumi.

Tips! Agar kesan misterius ceritamu makin kuat, deskripsikan situasinya dalam kalimat-kalimat pendek. Hal ini akan bikin pembaca merasakan ketegangannya.

Tunjukkan Sisi Paling Menonjol dari Si Tokoh Utama

Jika kamu memiliki tokoh utama dengan kepribadian yang kuat, tampilkan sifat tersebut pada bab pertama. Misalnya, tokoh utamamu memiliki sifat keras kepala dan nggak pernah kalah saat berdebat. Bukalah bab pertamamu dengan adegan di mana si tokoh beradu mulut dengan seseorang. Kamu bisa membuatnya menang dalam perdebatan, atau sebaliknya.

Dengan begitu, kamu sudah menanamkan dalam benak pembaca satu sifat si tokoh yang akan mempengaruhi aksinya sepanjang cerita. Pembaca juga akan belajar bahwa sifat si tokoh ini adalah bagian penting dari dirinya.

Kalau kamu nggak tahu gimana caranya bikin tokoh yang berkesan, bisa baca artikel tentang Daftar Pertanyaan Proust di sini, ya!

Buatlah Pernyataan yang Tematik

Agar ceritamu konsisten dari awal hingga akhir, jangan lupa bahwa ia disusun berdasarkan unsur-unsur intrinsik yang telah kamu buat sebelumnya. Dalam unsur intrinsik, ada tema yang menjadi dasar dari keseluruhan cerita.

Misalnya, jika kamu mengangkat isu feminisme dalam cerita, lakukanlah riset yang mendukung ceritamu. Catat topik atau ide yang sekiranya menginspirasi, lalu gunakan ide tersebut sebagai kalimat pembuka.

Kesimpulan

Belajar dari ibu-ibu rumpi, membuat hook yang tepat untuk ceritamu dan menjadi cara membuat pembaca membalik halaman. Hook adalah elemen yang berguna untuk menarik perhatian pembaca, dan kamu dapat melakukannya dengan empat cara. Gunakan salah satu cara tersebut di bab pertamamu dan sesuaikan dengan unsur cerita yang ingin kamu tonjolkan.

Misalnya, jika kamu punya tema yang kuat dan unik, maka cobalah melakukan riset tentang topik tersebut. Selipkan ide, parafrase sebuah kutipan yang dapat mewakili keseluruhan ide ceritamu. Jika kamu ingin pembaca dapat larut dalam suasana cerita, deskripsikan latar dengan menambahkan nuansa misteri.

Bila kamu punya tokoh dengan kepribadian yang kuat, tunjukkanlah hal tersebut di bab pertama. Libatkan si tokoh dalam aksi yang dramatis, atau konflik batin yang membuatnya mempertanyakan keputusan selanjutnya.

Dengan begitu, kamu dapat menciptakan bab pertama yang dapat menimbulkan reaksi pembaca. Manfaatkanlah hook yang tepat agar bagian pembuka tidak berkesan monoton.

Semangat nulis!

Tinggalkan Komentar di Sini