cinta bersama

Published by

on

kata-katamu yang gemerisik

seperti matahari 

di sela dedaunan musim panas

berayun-ayun 

membawa kedamaian

memeluk wajahku hangat

berpikir tentang 

kasih sayang

yang kadang kuanggap 

mitos belaka

hatimu yang santun

meyakinkanku untuk percaya

bahwa hidup 

selayaknya berjalan saja

tanpa prasangka

tapi tetap terarah

di antara badai 

yang kuterjang sendiri

aku menyakitimu 

tak sengaja

bukan karenamu

bukan karena kita

tapi karena dia

namanya juga cinta bersama

dia inginkan kamu

dengan segala cara

kotor, tengik, kelabu

menimbun dadaku dalam sesak

menahanku agar membusuk

diam-diam culas

untuk ego, berharap terlihat manusiawi

maafku mungkin 

tak tersampaikan benar 

dalam kata yang dapat menenangkan 

hatimu yang terluka

kini kita luka bersama dulu

nanti juga sembuh

suatu saat 

ketika waktunya tepat

aku akan menaungi lagi

dirimu yang penat

kita akan melupakan 

luka menyayat

di bawah dedaunan itu

kita duduk bersila

menertawakan cerira lama

dan aku mendengarmu kembali jadi hebat

Tinggalkan Komentar di Sini