semesta
menyaksikan tangis seorang anak naik ke langit
menyayat dan menggetarkan hati
dalam rintihan sunyi
kepada dunia yang tuli
semesta
menyaksikan air mata ibu
jatuh ke bumi
memeluk kasih
putrinya yang syahid
perut terbelah
bernoda tangan iblis
kaki ibu berpijak tanah
menyembunyikan surga
semesta
merajut kisah para leluhur
cerita-cerita mulia
tak diakui
oleh dunia yang berpura-pura
semesta
mengambil ayah dan ibu
dari anak yang lahir
di tanah Syam
matanya membara
bersumpah pada kemenangan
agar anak-anak sebaya
hidup damai dan kaya diri seperti padi
memenuhi janji Sinwar
semesta
menghadiahkan mereka langit merona ketika
matahari tenggelam
di garis batas kuasa
yang bertemu bibir laut
mengayun lembut
merayu dunia yang bisu
mereka inginkan rumah
di atas kubur anak-anak Syam
mereka tak lihat manusia
hanya anjing-anjing yang layak musnah
membutakan
membisukan
menulikan
agar tinggal cerita
kita terkekang kebebasan
surut tak berdaya
menghabiskan udara
di saat anak Syam sesak
terkubur puing
lepas kepala
usus porak poranda
di atas tanah mulia
semesta
menunggumu bicara
kamu sedang apa?

Tinggalkan Komentar di Sini