40 Contoh Watak Buruk untuk Karakter Cerita

Published by

on

Nggak cuma watak baik saja, tokoh cerita fiksimu juga sebaiknya memiliki sifat buruk juga. Menentukan sifat ini pun sebaiknya nggak asal, karena karakter yang kamu buat akan menjadi sosok yang harus mencapai akhir cerita.

Kalau kamu masih bingung kenapa tokoh sebaiknya memiliki sifat buruk, coba deh simak narasi berikut ini.

Ani adalah anak yang ramah dan memiliki banyak teman. Tapi, ia selalu merasa ragu-ragu pada kemampuan dirinya untuk menjadi juara olimpiade Fisika. Guru dan teman-temannya selalu menyemangati Ani bahwa ia pasti bisa keluar sebagai juara, tapi ia masih saja pesimis. Supaya ia dapat menjadi pemenang, tentu Ani harus mengalahkan pemikiran pesimisnya, kan? Ternyata, lawan Ani dalam pertandingan tersebut adalah teman lamanya. Ia juga menantang dan memprovokasi Ani bahwa ia tidak akan pernah bisa menang dan kehilangan kesempatan untuk meraih beasiswa. Karena tidak mau putus sekolah, akhirnya Ani pun mempersiapkan dirinya sebaik mungkin. Skor pertandingan yang tipis sempat membuat Ani putus asa, tapi ia teringat pada teman-teman dan guru yang selalu mendukungya. Di saat terakhir, Ani pun berhasil menjawab pertanyaan tersulit dan berhasil keluar sebagai juara.

Dari narasi di atas, maka kamu dapat merasakan betapa pentingnya menyelipkan sifat buruk pada sebuah karakter.

Kenapa Tokoh Perlu Memiliki Sifat Buruk?

  • Tokoh Lebih Relatable. Pembaca akan lebih mudah menerima tokoh yang menunjukkan kekurangan atau kelemahan daripada yang terlalu sempurna. Selain karena terlihat lebih manusiawi, tokoh yang memiliki sifat jelek terkadang menjadi refleksi dari si pembaca sendiri.
  • Membentuk Konflik. Coba bayangkan kalau tokohmu sanggup melakukan apa saja. Udah pintar, gesit, suka menolong, pemberani, pokoknya nggak ada jeleknya. Memang sih kamu tetap bisa mencapai akhir cerita dengan tokoh seperti itu. Tapi, bisa-bisa konflik yang kamu buat nggak akan terasa gregetnya karena semua masalah terasa gampang untuk diselesaikan oleh si tokoh. Padahal, memainkan emosi dan menaikkan empati pembaca justru bikin ceritamu lebih menarik.
  • Tokoh Mendapat Kesempatan untuk Bertumbuh. Perjalanan si tokoh nggak akan lengkap rasanya jika ia tidak belajar sesuatu dari masalah-masalah yang ia hadapi. Kekurangan dan kelemahan yang ia miliki akan dapat mengembangkan wataknya sehingga ceritamu akan terasa lebih dalam bagi pembaca.
  • Tokoh Lebih Kompleks. Memberikan kelemahan atau kekurangan pada tokohmu nggak akan membuatnya tampil sebagai karakter yang lemah. Justru, ia akan terlihat lebih kompleks dan dalam di mata pembaca, dengan berbagai lapisan dalam dirinya. Bisa saja ia terlihat baik-baik saja di luar, tapi begitu kacau di dalam.
  • Lebih Realistis. Bagaimanapun juga, cerita fiksi terinspirasi dari kehidupan manusia di dunia nyata. Terlepas dari aspek kreativitas dan imajinasi penulis, masih ada unsur realita yang dapat membuat pembaca dapat memahami kisah yang terjadi. sama seperti halnya manusia, tidak ada yang sempurna. Rasa realistis itu dapat dicapai dengan membentuk karakter yang menunjukkan kekurangan atau kelemahan dirinya.

Berikut adalah daftar 40 watak buruk yang dapat kamu gunakan untuk melengkapi tokoh dalam ceritamu.

Suka mengendalikan orang lainTidak bertanggung jawabTak acuh pada norma atau aturanMenyimpan dendam lama
Memendam perasaan hingga meledakTerlalu pesimisRakusPengecut
Sok tahuMunafikPerfeksionisTidak tahu berterima kasih
Selalu menyalahkan orang lainPasifTerlalu AmbisiusTidak disiplin
PengkhianatTidak sabaranKeras kepalaSuka membesar-besarkan
Cepat menyerahKetergantungan pada orang lainTidak pemaafMudah marah
KikirApatisSombongCeroboh
ManipulatifKasarCemburu berlebihanGila kekuasaan
PenakutAngkuhEgoisPembohong
PendendamIri hatiPemalasSerakah

Dari daftar di atas, mana nih yang cocok untuk melengkapi watak tokoh dalam ceritamu?

Tinggalkan Komentar di Sini