Ngehack Fiksi: Merasa Nggak Semangat Ngetik? Coba Ganti Font ke Comic Sans!

Published by

on

Siapa di sini yang lagi dalam fase bengong buka tutup laptop aja? Ada sih keinginan untuk melanjutkan draft tulisan. Tapi, entah kenapa setiap kali membuka aplikasi menulis, kepala malah nge-blank. Hasilnya, kamu cuma menatap layar, mengalihkan energi untuk mengerjakan hal lain hingga malam hari.

Ketika semangatnya udah muncul lagi, eh tetap aja nggak bisa nulis!

Rasanya jenuh melihat draft begitu panjang, dengan kalimat yang masih berantakan dan tanda baca yang salah. Kamu tahu harusnya susunan kalimat itu perlu diperbaiki, tapi entah kenapa jari-jarimu nggak mau bergerak juga untuk mengetik.

Kalau kamu sedang terjebak dalam rutinitas ini, sini aku kasih trik unik yang ternyata banyak dilakukan oleh penulis di dunia. Yaitu mengubah tampilan font atau jenis huruf kamu.

Salah satu cara unik yang dilakukan oleh mereka adalah mengetik dengan menggunakan huruf Comic Sans. Hm, kenapa, ya?

Tampilan huruf Comic Sans oleh GearedBull at English Wikipedia

Tentang Comic Sans

Comic Sans adalah jenis huruf sans-serif yang diciptakan oleh Vincent Connare dan dirilis oleh Microsoft Corporation tahun 1994. Huruf ini terinspirasi dari lettering yang biasa dipakai dalam komik.

Karena meninggalkan kesan komikal dan nuansa kartun, Comic Sans menjadi huruf yang populer di kalangan pendidik. Dengan sifatnya yang informal, huruf ini sering digunakan dalam teks buku anak-anak, dokumentasi personal dan kegiatan pendidikan lainnya (wikipedia).

Di kalangan ilustrator, huruf Comic Sans ternyata memiliki penggemar dan pembencinya sendiri, lho!

Bagi sebagian orang, Comic Sans memiliki fungsi yang spesifik dan bersifat informal. Meskipun tergolong sans serif, Comic Sans justru nggak menampilkan kesan kaku. Huruf ini pun populer di kalangan pendidik yang membuat konten dan buku bagi anak-anak.

Sementara itu, ada sebagian orang melihat Comic Sans sebagai huruf yang menyebalkan. Dengan alasan mulai dari huruf ini terlalu sering digunakan, tapi tampilannya tidak memberikan kesan profesional.

Kenapa Menggunakan Comic Sans Saat Menulis Draft?

Terlepas dari pro dan kontranya, ada juga pelaku seni yang memanfaatkan Comic Sans dalam proses kreatif mereka. Contohnya adalah para penulis. Sebagian orang mengatakan bahwa menggunakan font Comic Sans justru memicu mereka untuk terus menulis.

Berikut beberapa alasan mereka yang memilih menggunakan Comic Sans saat menulis draft cerita:

Mudah Dibaca

Sebagian orang merasa nyaman menggunakan huruf Comic Sans karena mudah dibaca. Ternyata, Comic Sans membantu mereka yang menderita dyslexia agar mudah membedakan huruf satu dan yang lainnya. Justru karena bentuknya yang tidak beraturan itu sangat membantu mereka.

Efek Psikologis

Karena bentuknya yang santai, ternyata sebagian orang merasa bahwa menulis dengan Comic Sans membuat tekanan untuk menyelesaikan draft berkurang. Apalagi bagi mereka yang cenderung overthinking saat melakukan swasunting. Mereka percaya bahwa menulis dengan menggunakan Comic Sans memberikan kebebasan dalam merangkai kata, sehingga proses kreatif terasa lebih menenangkan.

Paradoks dalam Produktivitas

Percaya nggak kalau ada juga penulis yang benci jenis font ini, tapi ia tetap memilih untuk menggunakannya. Malah, produktivitas mereka meningkat! Bisa gitu, ya? Yes, sebagian orang lainnya menggunakan Comic Sans untuk memotivasi diri menyelesaikan adegan atau sub-plot yang paling menyebalkan. Setelah bagian yang sulit atau nyebelin selesai, mereka bisa lanjut fokus pada adegan lain, deh!

Pendapat para Penulis tentang Comic Sans

Kemarin aku sempat bercuit di Threads tentang penggunaan Comic Sans dalam penulisan draft. Aku ingin tahu bagaimana pendapat orang-orang tentang trik menulis ini, apakah sudah ada yang pernah mencoba atau belum. Berikut beberapa balasan yang aku dapatkan.

Ternyata, mereka punya pendapat yang berbeda-beda. Ada yang pernah mencoba dan belum. Ada yang merasa nggak cocok dan akhirnya memilih untuk menggunakan jenis font lain yang sesuai dengan selera mereka. Ada yang merasa cerita yang harusnya serius jadi terkesan komedi juga!

Meskipun reaksinya berbeda-beda, nggak ada salahnya kok kamu mencoba hal unik untuk membantumu produktif menulis. Siapa tahu kamu merasakan efek yang berbeda saat menggunakannya.

Kalau kamu bagaimana? Sudah pernah mencoba? Atau, mau mencoba menulis dengan huruf Comic Sans mulai dari sekarang?

Tinggalkan Komentar di Sini