anjing menggonggong

Published by

on

insting berdering

pada jiwa yang merasakan genting

hidup terancam, kematian bagai berdiri di ujung tebing

berteriak agar bapak, ibu, dan adik dapat makan sehari tiga piring

tapi dikatain anjing

raja kecil cari simpati dengan bagi-bagi susu

raja besar bermain podium, teriak ‘ndasmu!’

si babi dan tikus jadi antek, teriak ‘paket!’ di pintu

kepalanya jadi kado, tersirat berbisik ‘berikutnya kamu’

susahnya jadi anjing di negeri para binatang

tali kekang di leher, mulut dihalang

perut keroncongan, kepala ditendang

melawan sedikit, si anjing hilang

taringku tanggal, suaraku parau

nyawaku tunggal, nilainya tak terjangkau

tapi bila aku jadi sunyi, carilah mereka yang bernyanyi

dalam kata-kata dangkal seperti tak berakal

mungkin uang haram bikin mereka tak pernah lagi muram

makan seperti babi, berkhianat seperti tikus

panggil aku anjing, menggonggong demi asa yang tak putus

panggil aku anjing, demi ibu yang berduka di setiap kamis

panggil aku anjing, seperti para burung yang tegas bercicit

panggil aku anjing, asalkan tak bunuh saudara sendiri

panggil aku anjing, menggonggong aku sampai kau terguling

Tinggalkan Komentar di Sini