Show, Don’t Tell: Daftar Bahasa Tubuh untuk Menghidupkan Momen Asmara

Published by

on

Sebuah cerita romansa tidak lengkap rasanya jika tidak ada momen-momen manis di antara pasangan di dalamnya. Jika kamu ingin mahir dalam membuat kisah cinta, buatlah sebuah cerita yang tidak hanya sekedar fokus pada mencapai happy ending. Tapi, kamu juga harus mampu membuat pembaca betah berlama-lama menikmati proses bagaimana tokohmu jatuh cinta.

Karena jatuh cinta itu mudah, yang menjadi tantangan adalah prosesnya. Dua tokoh yang memiliki kehidupan dan kepribadiannya masing-masing, harus kamu buat menyukai satu sama lain.

Cara untuk meyakinkan pembaca bahwa tokoh-tokohmu pantas bersama adalah dengan memasukan momen-momen kecil yang menunjukkan kedekatan mereka. Mulai dari yang awalnya canggung, perlahan mereka saling memahami, berubah menjadi sentuhan fisik. Hingga akhirnya ada pernyataan cinta, semuanya perlu kamu ramu sedemikian rupa.

Untuk menunjukkan rasa cinta pun nggak melulu harus melalui kata-kata manis, seperti ‘aku cinta padamu’, atau ‘maukah kamu jadi pacarku’. Kata-kata pujian seperti ‘kamu cantik’ atau ‘aku bahagia bersamamu’ tentu akan bermakna bagi si tokoh, tapi tidak terasa dalam.

Agar suasana asmara dalam ceritamu lebih menyentuh, bangunlah adegan-adegan manis dengan menggunakan narasi. Deskripsikan suasana lewat panca indera si tokoh, apa yang mereka rasakan, hingga aksi-aksi kecil yang sepertinya remeh tapi berarti.

Kalau kamu bingung mau membuat adegan manis seperti apa, nih aku buatkan daftarnya!

Berikut adalah daftar bahasa tubuh yang dapat kamu selipkan dalam cerita, agar pembaca dapat turut merasakan nuansa asmaranya.

  • Saling melemparkan senyuman tanpa alasan, ketika mereka bertatapan
  • Mendengarkan satu sama lain ketika ada yang sedang curhat
  • Mengingatkan dan menjaga kesehatan satu sama lain
  • Sentuhan-sentuhan fisik kecil, baik yang sengaja atau tidak
  • Saling meninggalkan pesan kecil, baik lewat kartu ucapan, post-it-notes, surel atau ponsel
  • Memberikan hadiah kecil meski bukan di hari penting
  • Meluangkan waktu bersama
  • Menunjukkan ketertarikan pada apa yang disukai oleh pasangan
  • Mendukung satu sama lain, baik di hadapan maupun di belakang pasangan
  • Perhatian pada kehidupan pasangan yang terjadi di luar hubungan, misalnya keluarga, pekerjaan, atau teman dekat
  • Melakukan hal-hal remeh yang dapat meringankan beban pasangan, tanpa diminta atau dipaksa
  • Tersenyum ketika mengingat momen lucu yang terjadi bersama pasangan
  • Menyuapkan atau berbagi makanan

Dari momen-momen kecil tersebut, mana yang kira-kira cocok untuk tokoh ceritamu saat ini?

Tinggalkan Komentar di Sini