Peribahasa adalah ungkapan atau kalimat yang digunakan untuk menyampaikan pesan, nasihat, atau pelajaran dengan ringkas dan penuh makna. Biasanya kalimat peribahasa berupa kalimat kiasan atau perumpamaan.
Tidak hanya menggambarkan sebuah situasi, peribahasa juga dapat mewakili karakter atau sifat seseorang.
Sebagai bentuk dari kekayaan budaya bangsa, menggunakan peribahasa dalam ceritamu akan meninggalkan kesan yang lebih mendalam kepada pembaca. Bukan hanya kalimatnya yang indah, kehadiran peribahasa juga dapat mewakili pesan atau amanat yang ingin kamu sampaikan.
Berikut adalah daftar peribahasa bertema cinta dan kasih sayang yang dapat kamu selipkan dalam narasi.
- Ada aku dipandang hadap, tiada aku dipandang belakang: Kasih sayang hanya pada waktu bertemu saja, setelah berjauhan lalu dilupakan.
- Ada jarum, hendaklah ada benangnya: Segala sesuatu itu pasti ada pasangannya.
- Ada sama dimakan, tak ada sama ditahan: Baik derita maupun bahagia dirasakan secara bersama-sama.
- Ada uang abang sayang, tak ada uang abang ditendang: Cinta seorang perempuan yang tidak sepenuh hati, cintanya hanya karena uang atau harta.
- Badak makan anak: Bagaimanapun orang saling mengasihi, tetapi dengan mudah juga dapat diceraikan, karena orang lebih mengutamakan harta benda.
- Badan boleh dimiliki, hati tiada boleh dimiliki: Sudah sehidup semati.
- Bagai anak dara mabuk andan: Seorang gadis yang mencintai seorang laki-laki pasti akan mendatanginya.
- Bagai beliung dengan asahan: Tidak pernah berpisah.
- Cinta itu buta: Jika orang sedang jatuh cinta, tak akan perduli apa kata orang.
- Cinta segitiga: Kisah cinta antara tiga orang yang salah satu tidak mencintai orang di antaranya.
- Cinta tak berbalas: Cinta sepihak.
- Dibakar tak berapi: Menaruh cinta tidak dengan sebenarnya.
- Di belakang ia menendang kita, bila di depan ia mengeting kita, jika di tengah ia berpusing ligat pula: Menghadapi orang terkasih yang menyebabkan kita merasa serba salah.
- Di mana bunga berkembang, di situ kumbang banyak: Di mana terdapat gadis cantik, ke situ banyak datang pemuda.
- Garam di laut asam di gunung, akhirnya bertemu dalam belanga: Perjodohan tidak mengindahkan bangsa dan derajat.
- Hidung dicium, pipi digigit: Kasih sayang yang hanya pura-pura saja; menyembunyikan perbuatan jahat dengan perbuatan baik.
- Jauh di mata, dekat di hati: Meskipun telah jauh berpisah tetapi tidak lupa pada yang ditinggalkan (masih menyayangi).
- Kasih itu roh yang buta: Kasih sayang tidak memilih/mengenal yang baik atau yang rupawan saja.
- Laba sama dibagi, rugi sama diterjuni: Persahabatan yang sangat karib.
- Laut mana yang tak berombak, bumi mana yang tak ditimpa hujan: Segala usaha pasti ada bahaya atau kesulitannya.
- Lebih berharga mutiara sebutir daripada pasir sepantai: Lebih baik bersahabat dengan orang baik walaupun hanya seorang daripada bersahabat dengan sekawanan/sekumpulan orang jahat.
- Mabuk di enggang lalu: Merasa sangat tertarik kepada orang yang belum dikenal.
- Mabuk karena beruk berayun: Menggila-gilakan wanita cantik yang tidak mungkin untk didapatkan; terlalu asyik melihat sesuatu yang tidak berguna.
- Mahal dibeli sukar dicari: Sesuatu yang sangat susah untuk diperoleh.
- Menanggung rindu: Menaruh cinta kasih.
- Nasi basi penolak nafsu: Putus kasih sayang/tali persaudaraan karena telah lama tidak bersilaturahmi atau karena perselisihan; orang tua yang hidupnya melarat.
- Pucuk dicinta ulam tiba: Mendapat sesuatu yang dibutuhkan.
- Ramai beragam, rimbun menyelara: Kebahagiaan masing-masing orang tidak selalu sama.
- Sakit sama mengaduh, luka sama menyiuk: Sikap yang sangat setia, sehidup semati, senasib sepenanggungan, seia sekata.
- Satu nyawa dua badan: Suami yang sangat setia terhadap isterinya, begitu pula sebaliknya.
- Seperti ayam gadis bertelu: Anak gadis yang sedang dilanda asmara. Anak perempuan yang sedang jatuh cinta.
- Sepuluh bintang bertabur, bolehkan sama dengan bulan satu: Kalau sudah terlanjur jatuh cinta, tak akan bisa mencintai orang lain meski orang itu lebih sempurna dibanding orang yang dicintainya.
- Telaga di bawah gunung: Isteri yang mampu memberikan kebahagiaan pada suaminya.
- Telentang sama diminum airnya, telungkup sama termakan tanah: Bersama-sama dalam menjalani kehidupan.
Dari daftar peribahasa di atas, ungkapan kiasan mana yang kalian kenali?

Tinggalkan Komentar di Sini