Jangan Asal Nulis! Menjadi Unik Juga Perlu Landasan
Menulis kreatif bukan hanya tentang mewujudkan sebuah ide dalam bentuk narasi atau sajak. Jika kamu berpikir berkarya hanya perlu tampil berbeda, dramatis dan puitis, mungkin kamu perlu mengubah cara berpikirmu.
Contohnya seperti pelukis terkenal, Pablo Picasso. Percaya atau tidak, sebelum ia menjadi seorang ahli dalam aliran Cubism, Picasso juga menghasilkan karya aliran neoklasik. Ia juga melukis dalam bentuk-bentuk manusia yang umum, detil, dan mudah dikenali.
Sebelum kamu dapat menjadi ahli dalam sesuatu, maka kamu perlu memahami kaidah yang berlaku secara umum. Bukannya kamu nggak boleh punya style sendiri. Sah-sah aja kalau kamu ingin terlihat unik. Tapi, setidaknya kamu punya alasan dan landasan sebelum mengembangkan gayamu sendiri.
Cara agar kamu bisa menjadi unik adalah dengan mempelajari ilmu dasar dari segala sesuatu, termasuk kaidah penulisan. Salah satunya adalah mengetahui kaidah penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Apakah kamu tahu apa aturan menulis yang berlaku di Indonesia saat ini?
Pengertian Dialog Tag
Dialog tag adalah frase kecil yang mengikuti, mendahului atau menyela dialog dalam cerita. Ketika kalimat langsung ditulis dalam tanda kutip dua (“), dialog tag hadir sebagai ‘pendamping’ yang melengkapi keberadaannya. Untuk mengetahui fungsi dari dialog tag, kamu dapat mengecek artikel blog berikut.
Cara Penulisan Dialog Tag yang Benar
Karena sudah ada aturan bakunya, maka menulis dialog tag dalam narasi nggak boleh asal-asalan. Jika kamu belum memiliki style sendiri, maka ikutilah standar yang ada supaya tulisanmu dapat dibaca dengan mudah.
Penggunaan Tanda Koma
- Jika dialog tag mengikuti sebuah kalimat, sisipkan tanda koma sebelum tanda petik dua di akhir kalimat tersebut. Tidak ada spasi antara tanda koma dan tanda petik dua. Contoh:
“Sorry. Momennya cakep banget tadi,” Mahendra beralasan.
- Jika dialog tag mendahului sebuah kalimat, sisipkan tanda koma sebelum tanda petik dua di awal kalimat tersebut. Contoh:
Mason berkata, “Aku mau kita putus.”
- Kalimat yang diakhiri tanda seru atau tanda tanya tidak perlu diikuti dengan koma. Contoh:
“Siapa perempuan itu?” tanya Keinan.
“Saya turun sini aja deh, Pak!” seru Mahendra.
Penggunaan Kapitalisasi
- Dialog tag yang mengikuti sebuah kalimat diawali dengan huruf kecil, kecuali ketika diawali dengan nama tokoh. Contoh:
“Maaf. Saya tadi mendadak harus ketemu orang dulu,” pria itu beralasan.
“Maaf. Saya tadi mendadak harus ketemu orang dulu,” Mahendra beralasan.
Dialog Tag yang Menginterupsi
- Ketika sebuah dialog tag menyela kalimat, sisipkan tanda koma sebelum memulai lanjutan kalimat. Lalu, awali lanjutan kalimat tersebut dengan huruf kecil. Contoh:
“Jadi,” ucap Keinan lirih, “menurutmu aku egois?”
Menghilangan Dialog Tag
- Dialog tag nggak harus selalu terlihat oleh pembaca. Hal ini dapat dilakukan ketika konteks dialog sudah jelas dan melibatkan tokoh-tokoh secara tertib. Penjelasan di atas aku coba jelaskan lewat narasi berikut:
Kesabaran Mason sudah habis. Berapa kalipun ia menjelaskan, Keinan tidak akan mau mengerti. Ia tidak ingin memperpanjang pertengkaran ini.
“Aku harus pergi,” balas Mason ketus.
“Tapi aku belum selesai ngomong, Mason!” Keinan berteriak, meraih lengan kekasihnya dan mencengkeram sekuat tenaga.”Kamu nggak bisa pergi gitu aja!”
“Kita udah selesai, Keinan!”
Dari potongan adegan di atas, dapat dilihat bahwa Mason dan Keinan adalah dua tokoh yang sedang berdialog. Pada baris ke-4, dialog tag tidak terlihat karena sudah jelas bahwa Mason yang akan berbicara setelah Keinan.
Tips Tambahan
- Gunakan dialog tag seperlunya. Penggunaan dialog tag yang repetitif akan terasa membosankan dan memburamkan fungsinya sebagai penguat adegan yang sedang terjadi.
- Dialog tag nggak cuma ‘kata’, ‘ucap’, atau ‘ujar’ saja. Masih banyak ragam dialog tag yang dapat kamu gunakan supaya frasa yang kamu pakai nggak itu-itu aja.
- Variasikan posisi dialog tag supaya cerita terasa dinamis. Ingat bahwa letak dialog tag nggak cuma setelah kalimat langsung, tapi bisa sebelum atau di antaranya. Tergantung bagaimana caramu menyusun sebuah kalimat, dialog tag dapat mendukung narasimu agar terasa lebih dinamis.
Kesimpulan
Meski menjadi bagian kecil dari sebuah percakapan dalam ceritamu, peran dialog tag nggak cuma sebagai penghias saja. Selain itu, memiliki kemampuan untuk menulis dialog tag dengan benar dan tepat akan menambah value-mu sebagai seorang penulis.
Percaya deh, memperhatikan hal-hal kecil seperti tanda baca dan kaidah penulisan akan membantumu menjadi penulis yang dipercaya pembaca. Makanya, cobalah untuk berlatih memperbaiki cara menulismu, supaya kamu bisa menjadi seorang penulis yang memiliki ciri khas di kemudian hari.
Semangat nulis!

Tinggalkan Komentar di Sini