Ketika kamu sudah menyelesaikan sebuah cerita, kadang timbul rasa tidak percaya diri pada tulisan sendiri. Kamu merasa tidak memiliki penilaian yang obyektif terhadap karyamu dan takut tulisan tersebut tidak berkualitas.
Bila kamu belum memiliki biaya untuk merekrut seorang editor, cobalah mencari seorang beta reader sebagai pembaca pertama dari tulisanmu.
Beta reader adalah seorang pembaca pertama dari draft awal sebuah tulisan sebelum diunggah ke publik. Tugas utama seorang beta reader adalah memberikan masukan kepada penulis tentang kelebihan dan kekurangan dari sebuah cerita yang ia tulis.
Apa Bedanya Beta Reader dan Editor?
Berbeda dengan seorang editor yang dihitung sebagai pekerja profesional, beta reader biasanya dinilai sebagai kegiatan sukarela yang dilakukan penulis.
Berikut tabel perbedaan antara seorang beta reader dan editor.
| Beta Reader | Editor |
| Memberikan pandangan umum sebagai seorang pembaca kepada penulis. | Memberikan pandangan profesional dan layanan sunting naskah yang lebih menyeluruh dan detil. |
| Masukan diberikan pada tahap awal, sebelum proses penyuntingan dimulai. | Masukan diberikan dalam tahapan yang berbeda, dan dapat dilakukan berkali-kali hingga tercapai draft final yang disepakati bersama. |
| Fokus pada unsur-unsur intrinsik cerita, pengembangan karakter, laju cerita dan pengalaman membaca yang dirasakan. | Fokus pada 3 tahap suntingan, yaitu Struktur, Copyediting dan Proofreading. |
| Masukan berasal dari sudut pandang subyektif sebagai pembaca. | Masukan berasal dari sudut pandang obyektif sebagai tenaga profesional. |
| Pekerjaan sukarela yang dilakukan oleh teman dekat atau rekan sesama penulis. | Pekerja profesional yang ahli di bidang kepenulisan, bahasa, dan penerbitan buku. |
| Masukan bersifat informal dan lebih fokus pada pengalaman sebagai pembaca ketika membaca cerita. | Masukan dan perbaikan bersifat formal dan detil, fokus pada hal-hal teknis, dan peningkatkan kualitas tulisan si penulis. |
Apa Saja Aspek Cerita yang Dapat Dinilai Beta Reader?
Untuk dapat menilai sebuah naskah, seorang beta reader harus membaca cerita dari awal hingga akhir. Dalam proses membaca tersebut, kamu dapat menilai beberapa aspek berikut:
- Unsur-unsur intrinsik dalam cerita, apakah ada unsur yang belum tersampaikan.
- Alur / plot cerita, apakah ceritanya dapat dipahami dari awal hingga akhir, ada plot hole atau tidak.
- Perkembangan tokoh sepanjang cerita, apakah watak tokoh mengalami perubahan atau terasa datar.
- Laju cerita, apakah terasa lambat, banyak adegan melompat-lompat atau terlalu cepat.
- Gaya bahasa penulis, apakah konsisten dari awal hingga akhir dan sesuai dengan tema yang diangkat dalam cerita.
- Dialog, apakah cara bicara tokoh yang satu dapat dibedakan dengan tokoh lain.
- Kelemahan dan kelebihan cerita, utarakan secara jujur apa yang kamu rasakan ketika membaca cerita tersebut. Sampaikan poin-poin menarik yang dapat kamu tangkap lengkap dengan contoh konkrit yang kamu temukan dalam cerita.
- Beri saran yang membangun, terutama pada bagian cerita yang menurutmu masih dapat berkembang lebih baik. Berikan saran yang masuk akal berdasarkan pengalamanmu sebagai seorang pembaca.
- Diskusikan kesan secara menyeluruh yang kamu dapatkan setelah selesai membaca cerita tersebut. Berusahalah untuk jujur tapi tetap sopan. Tunjukkan bagian-bagian dalam cerita yang menurutmu menarik.
Cara Menjadi Beta Reader
Kehadiran beta reader sangatlah bermanfaat terutama bagi para penulis pemula yang baru mulai berkarya. Biasanya, penulis pemula belum memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam menulis sehingga membutuhkan dorongan semangat.
Oleh karena itu, beta reader dapat hadir sebagai penilai pertama dari sebuah karya, tanpa terkesan terlalu formal. Meski seorang beta reader tidak dituntut untuk memiliki keahlian bersertifikat, setidaknya ia perlu memiliki pengalaman yang cukup dalam menulis. Beta reader juga perlu memiliki minat yang tinggi dalam membaca, serta dapat memberikan penilaian yang jujur.
Untuk menjadi seorang beta reader, tentu kamu perlu aktif menjadi bagian dari komunitas menulis. Kamu dapat bergabung melalui media sosial, grup Whatsapp, maupun pertemuan luring untuk membentuk jaringan dengan sesama penulis.
Setidaknya, kamu harus memiliki pengetahuan dasar tentang cara menulis yang baik dalam bahasa Indonesia atau bahasa asing lainnya. Tunjukkan juga sikap yang baik dan sopan saat memberikan masukan, serta dapat memberi semangat kepada penulis untuk terus berkarya.
Hargai juga setiap perbedaan yang terjadi dalam diskusi. Sampaikan saran dan kritikmu sebaik mungkin dan hargai pendapat si penulis jika mereka tidakk setuju dengan apa yang kamu sampaikan.
Kesimpulan
Menjadi seorang beta reader mungkin tidak dihitung sebagai tugas profesional. Tapi, menjalin hubungan dengan penulis lain tentu akan menambah nilai dan pengalamanmu sebagai seorang penulis.
Beta reader juga perlu memiliki ilmu dalam kepenulisan dan bahasa. Tugasnya dalam menilai sebuah karya memang tidak secara detil dan struktural seperti seorang editor. Tapi, pendapatmu tetap penting untuk disampaikan kepada penulis yang meminta bantuanmu.
Jadilah seorang beta reader yang jujur, kritis dan sopan kepada penulis lain. Nilailah sebuah karya dari sudut pandang pembaca dan berikan feedback yang membangun.
Semangat nulis!

Tinggalkan Komentar di Sini