Ketika sudah selesai mengunggah tulisanmu di media sosial atau platform menulis, tiba-tiba kamu melihat tanda notifikasi berubah. Saat mengecek setiap detil informasi yang masuk, ternyata kamu mendapat beberapa komentar dari para pembaca. Di antara mereka ada yang menyukai karyamu, memuji, hingga tidak sabar membaca karya berikutnya.
Tapi, di antara pujian yang masuk, satu di antaranya meninggalkan kritik tajam. Dari sepuluh pujian, kini perhatianmu tertuju pada satu kritikan yang mengusik rasa. Satu kritik yang bisa jadi bikin kamu marah, sakit hati, sampai nggak bisa tidur.
Bereaksi terhadap hal yang mungkin membuatmu tidak nyaman adalah hal yang wajar. Tapi, jangan sampai kritikan itu menjadi pusat baru dari duniamu sehingga menghambat untuk terus berkarya.
Yuk, intip cara yang bijak dalam menanggapi kritik yang ditinggalkan seseorang pada karyamu!
Kritik Hanyalah Perbedaan Pandangan Saja
Agar kamu tidak merasa terbebani oleh kritikan yang datang, ada beberapa tips yang dapat kamu ikuti.
- Tetap Tenang dan Buka Pandangan: Jika kamu mulai merasakan emosi dalam diri segera memuncak, segera tarik nafas dalam-dalam. Lakukan terus hingga kamu merasa tenang. Tetaplah berpandangan terbuka terhadap apa yang orang lain ucapkan.
- Bersyukur pada Kritikan yang Datang: Mendapatkan kritikan memang tidak selalu mudah. Tapi, cobalah untuk bersyukur bahwa ada seseorang di luar sana yang meninggalkan kesan mereka pada karyamu. Meski kata-kata mereka mungkin tidak baik, balaslah ucapan mereka dengan balasan singkat, “Terima kasih telah meluangkan waktumu untuk mengkritikku.”
- Minta Penjelasan Lebih Lanjut: Bila kamu merasa kritikan itu terasa ambigu, jangan takut untuk meminta penjelasan yang lebih spesifik. Pandanglah dirimu sebagai manusia yang ingin terus belajar. Kamu dapat menggunakan kalimat seperti, “Bisakah kamu menjelaskan maksud kritikanmu barusan?”
- Pisahkan Hal Personal dari Karyamu: Ingatkan dirimu bahwa kritikan yang diberikan seseorang ditujukan kepada karyamu. Mereka tidak sedang mengkritik kepribadianmu secara personal. Jika kamu merasa emosimu terpancing, tariklah nafas panjang dan buang secara perlahan sebelum memutuskan untuk menanggapi kritikan tersebut.
- Amati Poin-poin yang Membangun: Cobalah untuk fokus pada poin-poin yang membangun dalam kritik tersebut. Kritik yang membangun biasanya diikuti dengan saran yang mengarahkanmu untuk mengembangkan kemampuan, bukan sekedar menunjuk kekuranganmu.
- Pertimbangkan dan Evaluasi Diri: Setelah membaca kritik tersebut, menjauhlah darinya untuk beberapa saat dan berikan dirimu waktu untuk mencernanya. Ingat, kamu tidak harus selalu menerima semua kritikan yang datang. Bila ada kritikan yang sejalan dengan pandangan dan tujuanmu dalam berkarya, maka pusatkanlah perhatian pada hal itu saja.
- Libatkan Diri dalam Dialog: Bila orang yang mengkritikmu sepertinya enak diajak bicara, bukalah sebuah dialog dengan orang tersebut. Siapa tahu kamu malah membangun koneksi di mana kamu jadi punya teman untuk bertukar pendapat secara positif. Pandanglah mereka sebagai orang yang ingin melihatmu terus berkembang lewat karya-karya yang telah terbit. Jangan lewatkan kesempatan untuk terus belajar dari orang yang melihat potensimu sebagai penulis.
- Terus Belajar dan Bertumbuh: Jadilah gelas kosong yang selalu antusias untuk diisi. Tidak semua orang yang mengkritikmu memiliki niat untuk menjatuhkanmu, apalagi mereka yang menawarkan saran membangun. Meskipun kamu tidak setuju dengan kritikan yang diberikan, jadikan hal tersebut pengalaman untuk mengembangkan diri.
- Pupuk dan Jaga Rasa Percaya Diri: Selalu percaya pada kemampuan dirimu sendiri. Kritik hanyalah pandangan seseorang yang mungkin berbeda denganmu, sementara karya seni bersifat subjektif.
- Cari Lebih Banyak Kritikan dan Masukan: Untuk meyakinkan diri pada kemampuanmu, cobalah untuk meminta masukan dari orang-orang terdekat. Seperti teman, keluarga atau rekan kerja. Tentu saja, kamu harus yakin terlebih dulu jika mereka memang tertarik untuk mengulas tulisanmu. Terkadang sudut pandang yang berbeda akan membantumu untuk melihat sisi lain dari karyamu yang mungkin tidak terlihat sebelumnya.
Setelah Menampung Semua Kritik, Berikutnya Apa?
Jika kamu menerima kritikan, hal yang pernah yang harus kamu lakukan adalah: bersyukur. Yes.
Mengkritik seseorang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Kamu harus punya keberanian untuk mengungkapkan pemikiranmu, bukan atas dasar kebencian. Tapi karena keinginan untuk melihat orang lain menjadi versi yang lebih baik dari dirinya yang sekarang.
Jika sudut pandang itu dibalik, maka kritikan yang dilontarkan oleh seseorang adalah bukti kepedulian mereka kepadamu. Mereka lihat potensimu sebagai seorang penulis dan berharap kamu dapat sukses di bidang tersebut.
Oleh karenanya, jangan sia-siakan perhatian mereka, ya! Supaya nggak merasa kewalahan dengan kritikan yang kamu terima, coba terapkan langkah-langkah berikut.
- Atur Nafas. Tenangkanlah dirimu sebelum mulai menghadapi kritikan yang kamu terima. Tariklah nafas yang dalam dan buang secara perlahan. Lakukan beberapa kali hingga kamu merasa lebih tenang. Setelah kamu siap, tanamkan dalam pikiranmu untuk siap menerima kritikan secara terbuka.
- Berpikiran Positif. Pandanglah setiap kritik yang kamu terima sebagai bentuk apresiasi seseorang kepada karyamu, bukan kepribadianmu. Mereka yang mengkritikmu ingin kamu menjadi penulis yang lebih baik di masa depan daripada saat ini.
- Baca Kritikan Secara Menyeluruh. Pastikan kamu memahami maksud dari kritik yang sampai kepadamu. Jika ada hal yang tidak jelas, jangan ragu untuk menanyakan maksud dari kalimat tersebut kepada si pemberi kritik. Jika perlu, catat kritikan yang menurutmu penting.
- Analisa Secara Objektif. Pastikan kamu dapat membedakan mana kritik dan ujaran kebencian. Terimalah kritik yang sekiranya memiliki poin-poin yang masuk akal dan bermanfaat untuk meningkatkan kemampuanmu dalam menulis.
- Lakukan Perbaikan. Jadilah gelas yang selalu terisi setengah penuh oleh air. Bila ada kritik yang membangun, cobalah untuk menerapkannya dalam tulisanmu. Hindari melakukan kesalahan yang sama, agar isi gelasmu menjadi lebih berkualitas.
- Mintalah Pendapat Tambahan. Setelah melakukan perbaikan, ajaklah orang-orang terdekatmu untuk berbagai opini mereka terhadap revisi yang sudah kamu lakukan. Terimalah pendapat mereka secara terbuka.
- Evaluasi Diri. Setelah beberapa saat, coba bandingkan tulisanmu saat ini dengan yang dulu. Seberapa banyak perubahan yang dapat kamu lihat dan rasakan pada karyamu? Jangan lupa untuk mengapresiasi dirimu sendiri karena mau terus belajar dan mengembangkan potensi diri, ya!
Coba ceritain di kolom komentar pengalamanmu saat menerima kritik atau saran dari orang lain Apakah kamu pernah merasa sakit hati? Atau justru kamu malah merasa menjadi penulis yang lebih baik setelah menerima kritik?

Tinggalkan Komentar di Sini