10 Panduan Menulis AU dan Fanfiction

Published by

on

Cerita Alternate Universe (AU) dan fanfiction adalah dua genre penulisan yang masih populer di media sosial saat ini. Banyak penulis muda yang juga penggemar budaya pop modern mengunggah karya mereka ke sosial media populer. Platform seperti Twitter, Instagram dan Tiktok, menjadi media populer di kalangan penulis muda. Nggak ketinggalan juga platform khusus cerita fanfiction seperti Archive Of Our Own (AO3), Wattpad, dan lain-lain.

Bagi yang belum familiar dengan genre AU dan fanfiction, kamu dapat mengecek artikel tentang AU Media Sosial berikut.

Menulis cerita AU dan fanfiction adalah hobi kreatif yang menyenangkan. Buat kamu yang punya antusiasme tinggi terhadap budaya pop modern, bisa nih coba mulai menulis di genre ini. Topik yang dibahas pun tergolong luas, mulai dari idola K-Pop, film, drama seri, serial TV, buku, game, dan lain-lain. 

Sama seperti karya fiksi dan non-fiksi lainnya, penulis AU dan fanfiction turut menggali ide karena terinspirasi oleh karya orang lain. Karya yang diunggah para penulis pun dapat dilihat sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya modern yang mereka gemari.

Tapi, dalam menulis AU dan fanfiction pun memiliki aturan yang patut diketahui oleh para penulisnya. Jangan sampai saat kamu menjadi bagian dari komunitas tersebut, malah memperlihatkan attitude yang buruk. Coba deh baca dulu artikel pro dan kontra dari komunitas menulis fanfiction ini, sebelum kamu terjun lebih dulu.

Berikut beberapa panduan agar pengalaman menulis AU dan fanfiction-mu terasa menyenangkan.

Daftar Isi

  1. Hormati Hak Cipta dan Hak Milik Kreator
  2. Cantumkan Credit dalam Karyamu
  3. Pahami dan Kuasai Sumber Materi
  4. Selipkan Kreativitasmu Sendiri
  5. Hormati Para Tokoh di Cerita Asli
  6. Minta Saran dan Masukan dari Pembaca
  7. Kenali Pembacamu
  8. Editing dan Proofreading
  9. Menulislah dengan Kesadaran Penuh
  10. Have Fun!

1.Hormati Hak Cipta dan Hak Milik Kreator

Terkadang membuat sebuah cerita fanfiction dapat menyentuh ranah abu-abu. Adanya kesamaan latar, penokohan dan liniwaktu dengan karya milik kreator orisinilnya, bisa bikin karyamu terkesan nyerempet ranah plagiat.

Selalu ingat bahwa karya AU dan fanfiction-mu adalah bentuk tribute atau penghormatan terhadap karya orisinil kreator. Jangan sampai kamu berani mengklaim karyamu adalah karya yang lebih baik atau pengganti dari fiksi orisinil sebelumnya.

Bila kreator pertama mengajukan komplain terhadap karyamu; cobalah untuk menerima kritikan tersebut lebih dulu. Bukalah diskusi dengan si penulis orisinil jika diperlukan. Hormati keputusannya jika ia meminta untuk membatalkan unggahanmu sebagai bentuk penghormatan pada karyanya.

2.Cantumkan Credit dalam Karyamu

Untuk menghindari perselisihan dengan kreator orisinil, jangan lupa untuk mencantumkan credit atau pengakuan terbuka terhadap si penulis di awal tulisanmu. Misalnya, dengan menyebutkan bahwa karyamu adalah karya fanfiction sebagai bentuk penghormatan terhadap karya asli. 

Ingatlah bahwa kamu dapat mengadaptasi latar, tokoh dan liniwaktu dalam cerita AU dan fanfiction milikmu dari cerita asli. Tapi, melakukan adaptasi bukan berarti kamu sedang membuat cerita orisinil karena kamu mengambil sebagian dari karya orang lain.

3.Pahami dan Kuasai Sumber Materi

Sumber materi di sini berkaitan dengan latar, penokohan dan liniwaktu dalam karya asli. Nggak jarang, penulis AU/fanfiction akan mengadaptasi unsur-unsur tersebut ke dalam karyanya. Pastikan kamu benar-benar memahami universe atau dunia yang terdapat dalam karya asli agar tidak terjadi miskonsepsi dengan penggemar lain.

Bila kamu ingin menggunakan konsep crossover atau lintas universe dalam karyamu, pastikan kamu memahami dua dunia tersebut dengan sebaik-baiknya. 

Crossover adalah istilah dalam penulisan fanfiction di mana setidaknya dua dunia (universe) dikombinasikan dalam satu cerita. Misalnya, tokoh-tokoh dalam cerita Harry Potter dalam latar dan liniwaktu Star Wars. Alih-alih melawan Voldemort, Harry akan beradu dengan Darth Vader.

4.Selipkan Kreativitasmu Sendiri

Agar karya AU dan fanfiction-mu menonjol dibandingkan karya lainnya, buatlah sebuah cerita yang benar-benar berbeda. Jangan takut untuk menjadi unik dan bereksperimen.

Bila perlu, susunlah daftar ide cerita yang terlintas di benakmu, lalu implementasikan ide tersebut dalam sebuah cerita pendek terlebih dahulu. Siapa tahu para pembacamu tertarik dengan gaya menulismu dan meminta untuk membuat lebih banyak lagi karya serupa.

5.Hormati Para Tokoh di Cerita Asli

Meski karya AU dan fanfiction membuka kesempatan untukmu dalam berkreasi, pastikan untuk tidak ‘membunuh’ para tokoh utama dalam cerita orisinil. Hindari mengubah watak atau personaliti si tokoh secara drastis. Membuat tokoh utama dengan sifat dan penokohan yang sama sekali berbeda dengan karakter asli akan membuat penggemar lain bingung.

Misalnya nih, kamu membuat cerita fanfiction dengan Naruto sebagai tokoh utamanya. Naruto yang memiliki nilai moral yang kuat akan terlihat aneh di mata pembaca ketika kamu mengubahnya menjadi penjahat yang bengis.

Jika kamu ingin membuat watak yang sama sekali berbeda dengan karya orisinil, maka cantumkan disclaimer atau pernyataan sebelum cerita dimulai. Berikan alasan-alasan yang logis mengapa Naruto menjadi tokoh jahat dalam ceritamu.

6. Minta Saran dan Masukan dari Pembaca

Setelah selesai membuat cerita AU atau fanfiction-mu, bergabunglah dengan komunitas penulisan yang tepat. Mintalah feedback yang membangun seperti saran, kritik dan masukan untuk tulisanmu. Selain di sosial media, berbagai platform menulis fanfiction populer juga menjadi komunitas yang tepat untuk memperkenalkan karyamu.

7.Kenali Pembacamu

Sebelum mulai menulis, pastikan lebih dulu target audiens atau sasaran pembaca yang ingin kamu capai. Jika untuk komunitas penggemar tertentu, kamu dapat melakukan observasi untuk mengenali tipe cerita yang rata-rata mereka sukai. Cobalah melihat karya penulis lain, perhatikan tata bahasa yang sering digunakan, tokoh-tokoh yang populer, rentang usia pembaca dan lain-lain.

Bila kamu ingin segera mendapat pembaca setia, kamu dapat membuat karya dengan tema yang populer. Tapi jika ingin terlihat unik, tidak ada salahnya kamu bereksperimen dengan menyuguhkan cerita yang berbeda. Trial and error dalam menulis adalah hal yang wajar, kok.

8.Editing dan Proofreading

Proses editing atau menyunting tulisan adalah tahap yang penting dilakukan oleh seorang penulis.  Tidak ada sebuah karya yang sempurna. Tapi, dengan meluangkan waktu untuk menyunting tulisanmu sendiri, akan meningkatkan kemampuanmu dalam memahami cara penulisan yang baik dan benar. 

Tulisan yang enak dibaca dan tanpa kesalahan penulisan akan lebih mudah dinikmati oleh pembaca.

Dalam Bahasa Indonesia, proofreading diartikan sebagai proses mengoreksi tulisan. Hal-hal teknis seperti ejaan, penggunaan diksi yang tepat, tanda baca, imbuhan, dan lainnya dapat dilakukan dalam tahap ini. Proofreading dapat dilakukan bersamaan dengan proses editing.

Berikut cara menyunting dan mengoreksi tulisan yang efektif:

  • Pastikan kamu sudah membuat outline atau kerangka cerita terlebih dahulu, yang mengandung awal, konflik dan akhir cerita.
  • Tulis semua ide dan kalimat yang terlintas hingga bagian akhir cerita. Pastikan kamu tidak membuat alur di luar kerangka yang sudah kamu buat.
  • Menulis cepat adalah aktivitas yang melelahkan. Setelah selesai menulis draft pertama, berikan dirimu jeda waktu 1-3 hari sebelum mulai menyunting dan mengoreksi tulisan. Pikiran yang segar akan lebih memudahkanmu untuk memilah bagian cerita yang kurang ataupun tidak perlu ditampilkan.

9.Menulislah dengan Kesadaran Penuh

Menjadi seorang penulis bukanlah sekedar menjadi pekerja kreatif. Tidak hanya menghibur, mengedukasi atau mengkritik, tulisan seorang penulis juga haruslah tepat sasaran. Oleh karena itu, kamu juga mengemban tanggung jawab untuk menyajikan tulisan yang sesuai dengan target pembaca.

Bila tulisanmu mengandung konten dewasa, pastikan kamu mencantumkan rating atau klasifikasi yang spesifik. Jika ceritamu mengandung adegan dewasa, pembunuhan yang sadis, jangan lupa untuk membubuhkan rating di awal cerita.

Hal ini penting dilakukan agar pembaca di bawah umur tidak terekspos oleh adegan tersebut.

10. Have Fun!

Jangan cuma fokus mencari pembaca dan masuk FYP, tapi ingatlah untuk bersenang-senang! Kenalan dengan sesama penulis, ikut komunitas yang membangun mental penulis secara sehat, ikut event-event menulis, jangan takut mengeksplorasi ide-ide baru.

Serta jangan lupa untuk percaya bahwa seorang penulis akan selalu berkembang bersama karya-karyanya. Nggak usah terlalu perfeksionis. Mungkin kamu nggak pede dengan tulisanmu hari ini, tapi tetap yakinkan diri untuk unggah tulisan tersebut.

Yuk, semangat menulis! 

Buat yang punya pengalaman nulis AU atau fanfiction, boleh bagi-bagi cerita kalian di kolom komentar, ya!

Tinggalkan Komentar di Sini