Peran Prolog dalam Sebuah Cerita Fiksi

Published by

on

Ketika sedang membaca sebuah buku, ada kalanya kamu menemukan sebuah bagian cerita yang diawali dengan sebuah prolog. 

Prolog berasal dari gabungan kata pro ( yang berarti sebelum) dan logos (yang berarti kata, pidato atau ceramah). Bagian ini menjadi awal dari sebuah cerita fiksi yang kehadirannya sewaktu-waktu diperlukan untuk memperkenalkan cerita.

Daftar Isi

  1. Pengertian Prolog
  2. Peran Prolog dalam Cerita Fiksi
  3. Cara Membuat Prolog
    1. Tentukan Terlebih Dahulu Alasanmu Perlu Membuat Prolog
    2. Pusatkan Prolog pada Aksi Tokoh
    3. Fokus pada Apa yang Perlu Pembaca Mengerti
    4. Sisipkan Unsur Pertanda (Foreshadowing) Seminim Mungkin
    5. Hindari Memberikan Informasi Terlalu Banyak kepada Pembaca
  4. Kesimpulan

Pengertian Prolog

Menurut KBBI, prolog memiliki arti (1) pembukaan, pendahuluan atau (2) adegan singkat atau pidato yang disampaikan pada awal pertunjukkan. 

Prolog tampil sebagai pembuka dari sebuah cerita yang menyajikan adegan lepas dari narasi utama. Bagian ini bukanlah kata pengantar, tapi bagian cerita yang menampilkan adegan yang dirasa penting kepada pembaca. 

Bentuk prolog adalah narasi cerita dengan latar yang sama dengan plot utama. Tapi prolog dapat menggunakan lini waktu, tokoh atau sudut pandang yang berbeda. Dalam penyajiannya, sebuah prolog dapat ditampilkan dalam bentuk:

  • Ringkasan: dapat berupa gambaran umum dari cerita yang akan dikisahkan.
  • Latar Belakang: dapat menampilkan kisah masa lalu, situasi, atau kondisi yang mempengaruhi jalan cerita utama.
  • Perkenalan Tokoh: memperkenalkan tokoh-tokoh yang memiliki peran penting dalam cerita.
  • Fokus pada Satu Peristiwa: menyoroti kejadian penting yang menjadi alasan konflik dapat terjadi.
  • Pertanda (Foreshadowing): sebagai firasat atau pertanda dari sebuah kejadian yang akan terjadi di dalam cerita.

Peran Prolog dalam Cerita Fiksi

Melihat dari cara penyajiannya, maka prolog memiliki beberapa peran untuk melengkapi sebuah cerita fiksi.

  • Menarik Perhatian. Prolog yang dibuat oleh seorang penulis di awal dapat memancing rasa penasaran pembaca. Oleh karena itu, penting banget menentukan adegan mana yang menurutmu perlu diangkat untuk menarik perhatian mereka.
  • Memberikan Informasi.Sebuah prolog yang berisi rangkuman, latar belakang atau perkenalan tokoh dapat menjadi sumber informasi pertama bagi pembaca. Hal ini dapat memberikan gambaran umum tentang cerita yang ingin kamu sampaikan.
  • Menetapkan Suasana. Bergantung pada keahlian dari si penulis dalam membuat narasi, prolog dapat menjadi pembuka yang membentuk suasana cerita secara keseluruhan. Misalnya, adanya unsur ketegangan, rasa bikin penasaran, dan kisah yang menggantung cocok untuk sebuah cerita misteri. 
  • Memperkenalkan Tema. Secara umum, prolog dapat memperlihatkan tema cerita utama agar pembaca memiliki bayangan dan harapan terhadap alur yang ditawarkan.

Cara Membuat Prolog

1.Tentukan Terlebih Dahulu Alasanmu Perlu Membuat Prolog

Tidak semua cerita fiksi membutuhkan prolog. Tapi, membuat prolog dapat membantu penulis dalam membangun ketegangan atau nuansa yang mungkin tidak begitu kuat ditampilkan di bab pertama. Agar prologmu terasa kuat, memasukkan latar belakang, adegan atau situasi di masa lalu yang mempengaruhi cerita utama dapat menjadi pilihan. Gunakan juga prolog untuk memperkenalkan tokoh penting.

2.Pusatkan Prolog pada Aksi Tokoh

Sebuah prolog perlu memberikan dan meninggalkan kesan yang kuat kepada pembaca. Karena sekaligus menjadi bab awal, kehadiran prolog dapat menjadi gambaran tentang cerita utama yang akan kamu sajikan. Oleh karena itu, pusatkan perhatianmu pada tokoh yang terlibat dalam cerita.

Agar lebih menarik, kamu tidak melulu harus menggunakan sudut pandang tokoh utama dalam penyajian narasi dalam prolog. Misalnya, kamu dapat menggunakan sudut pandang antagonis atau kerabat terdekat yang terlibat dalam konflik utama. Karena narasi prolog tidak panjang, maka buatlah si tokoh segera terlibat dalam situasi yang memerlukannya untuk segera mengambil tindakan. 

3.Fokus pada Apa yang Perlu Pembaca Mengerti

Hal yang perlu diingat dalam membuat prolog adalah gunakan prolog seefisien mungkin untuk menyampaikan inti adegan. Sebuah prolog tidak perlu ditampilkan terlalu panjang. Yang penting, bagian ini memiliki inti atau tema sesuai cerita utama yang perlu diketahui oleh pembaca. 

Kamu tidak perlu mengisi prolog dengan terlalu banyak narasi deskriptif karena dapat membuat pembaca bosan. Fokuslah pada suasana dan nuansa yang ingin kamu bangun. Narasikan situasi penting yang dialami si tokoh untuk mempersiapkan pembaca pada adegan di bab-bab berikutnya.

4.Sisipkan Unsur Pertanda (Foreshadowing) Seminim Mungkin

Untuk memancing rasa penasaran pembaca dan menggelitik insting mereka, kamu dapat menyisipkan pertanda atau foreshadowing secara halus. Usahakan untuk tidak membeberkan terlalu banyak informasi pada bagian ini agar pembaca dapat mengantisipasi kejadian yang akan terjadi selanjutnya.

5.Hindari Memberikan Informasi Terlalu Banyak kepada Pembaca

Dalam merancang sebuah prolog dan juga cerita, seorang penulis perlu menanamkan kepercayaan kepada pembaca bahwa mereka mampu memahami cerita. Kamu bukan pembimbing skripsi atau guru mereka, jadi jangan beberkan inti cerita terlalu gamblang.

Dengan begitu, penulis memiliki tugas untuk dapat menarasikan cerita dengan baik, serta menyampaikan hal-hal yang perlu diketahui oleh pembacanya. Ingatlah bahwa prolog adalah ‘sajian’ pertama yang penulis perkenalkan kepada pembacanya.

Ibaratnya, prolog itu kuah rendang, bukan daging rendangnya. Nikmatnya cuma sepersekian persen dari intinya. Jangan pandang pembaca sebagai penikmat yang bodoh dan nggak tahu apa-apa.

Kesimpulan

Prolog adalah potongan adegan dari sebuah cerita. Letaknya berada di awal sebelum cerita utama dimulai. Prolog memiliki fungsi untuk membuat pembaca menjadi bersemangat mengikuti alur kisah utama.

Prolog dapat dituliskan dalam berbagai cara, mulai dari berupa rangkuman secara umum dari 

  • cerita utama,
  • latar belakang,
  • perkenalan tokoh,
  • peristiwa penting yang perlu diketahui pembaca serta
  • menjadi pertanda (foreshadowing).

Tapi, prolog tidaklah wajib ada dalam sebuah cerita fiksi. Bagian ini dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan penulis.

Bila awal ceritamu kurang kuat, maka prolog dapat digunakan untuk memperkenalkan tokoh. Bahkan, prolog dapat menjadi lompatan adegan dalam konflik yang mungkin tidak dijelaskan dalam alur utama.

Karena sifatnya untuk menarik perhatian, maka penulis perlu merancang prolog seefisien mungkin. Yang penting, pembaca dapat menangkap inti cerita dari prolog atau setidaknya tema umumnya.

Usahakan untuk tidak terlalu banyak membeberkan informasi kepada pembaca di dalam prolog. Jangan menganggap pembaca tidak tahu apa-apa sehingga kamu membocorkan semuanya di awal.

Apakah kamu udah pernah membuat prolog? Kalau pernah, share pengalaman nulismu di komentar, ya!

Semangat nulis!

Tinggalkan Komentar di Sini