Review Buku: Elevation oleh Stephen King

Published by

on

Apa yang akan kamu lakukan ketika menyadari bahwa massa tubuhmu berkurang setiap hari? Dari luar, kamu terlihat seperti manusia normal. Namun, setiap hari bobotmu terus berkurang.

Bagaimana kalau suatu saat massa tubuhmu mencapai angka 0 kg? Apakah kamu akan berakhir melayang-layang di udara?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin sempat terlintas di benak Scott Racey, seorang lansia yang hidup sendirian. Sehari-hari, ia hanya ditemani oleh kucing peliharaannya. Suatu hari, Scott menyadari bahwa berat badannya terus berkurang secara signifikan. Tapi, penampilan tubuhnya masih gemuk seperti biasa.

Kejadian misterius ini membuat Scott meyakini suatu hari nanti tubuhnya akan menjadi sangat ringan. Ketika waktu itu tiba, tidak ada yang bisa menghentikannya.

Setelah melaporkan kejanggalan itu pada sahabat sekaligus dokter pribadinya, Scott bertekad untuk menjalani hidup. Ia berkenalan dengan pasangan homoseksual yang juga tetangga barunya. Selain itu, Scott pun memutuskan untuk mengikuti lomba marathon. Ia ingin melakukan semua itu sebelum ‘berpamitan’ kepada semua orang.

Kurang lebih begitulah cerita yang dijanjikan dalam novel karya penulis kenamaan Stephen King, berjudul ‘Elevation’.

Stephen King yang dikenal sebagai Bapak Horor, biasanya lebih banyak menulis cerita misteri dan horor yang menegangkan. ‘Elevation’ hadir dengan unsur science-fiction yang mengangkat tema anti-gravitasi. Ceritanya cenderung ringan dan juga menghibur.

Profil Buku

  • Jenis Buku: Novel Fiksi
  • Penulis: Stephen King
  • Genre: Science Fiction, Slice-of-Life
  • Jumlah Halaman: 146 halaman
  • Rating: 13 tahun ke atas
  • Trigger Warning: homoseksual

Sinopsis

Scott Racey adalah seorang lansia yang tinggal sendirian bersama kucing peliharaannya. Suatu hari ia menyadari bahwa berat badannya secara teratur terus berkurang, tapi proporsi tubuhnya tetap terlihat sama secara fisik.

Sahabatnya yang juga seorang dokter tidak dapat menjelaskan fenomena ini. Ia merasa khawatir jika Scott terus kehilangan massa tubuhnya, suatu saat ia akan terbang dan melayang di udara. Jika saat itu tiba, maka tidak ada yang dapat menghentikannya.

Karena massa tubuh yang terus berkurang tersebut, Scott berpikir ia tidak ingin melewatkan hidup. Meski sudah lansia dan tidak punya pengalaman ikut maraton, Scott nekat mendaftarkan diri untuk mengikuti acara marathon tahunan. Dalam pertandingan tersebut hadir seorang pendatang dan tetangga baru, Dierdre McComb dan istrinya yang juga menjadi juara marathon tahunan.

Tanpa diduga, Scott berhasil mengalahkan Deirdre, yang notabene adalah seorang atlet lari maraton. Tidak ada yang tahu bahwa Scott dapat berlari cepat karena tubuhnya yang semakin ringan.

Tapi, hubungan Scott dan Deirdre tidak berlangsung baik karena kesalahpahaman di antara mereka. Kota kecil yang konservatif membuat Deirdre merasa tertekan karena ia seorang lesbian. Ia menyadari bahwa dirinya menjadi bahan pembicaraan para warga.

Meski awalnya sulit untuk saling memahami satu sama lain, Deirdre pun akhirnya luluh. Ia bersikap lebih baik kepada Scott setelah mengetahui situasi yang dialami pria tua itu. Deirdre pun ikut merasa sedih ketika Scott terus menghitung mundur hidupnya yang akan segera berakhir.

Di hari Scott mencapai massa tubuh 0 kg, tubuhnya pun melayang di udara. Para sahabat dan tetangganya melihat Scott terus terbang tinggi ke angkasa dan menghilang.

Review Singkat

Sebagai seorang pembaca baru dari karya-karya Stephen King, mungkin ‘Elevation’ adalah karya beliau yang paling jauh dari tema horor. 

Stephen King memang dikenal sebagai seorang penulis handal dalam genre horor dan misteri. Karya fiksinya pun sudah banyak yang diangkat menjadi film.

Seperti ‘The Shining’ yang populer di kalangan pecinta horor. ‘It’ yang terkenal dengan tokoh Pennywise-nya. ‘Pet Sematary’, ‘The Green Mile’, dan lmasih banyak lagi. Kehebatan Stephen King diakui karena kemampuannya membangun suasana horor yang bikin bergidik.

Jujur saja, awalnya aku mengira ‘Elevation’ adalah salah satu buku bertema horor terbaru. Setidaknya, aku kira buku ini akan mengangkat tokoh seperti alien atau misteri yang rumit. Ternyata, ‘Elevation’ tidak sesuai dengan ekspektasi yang aku harapkan.

Bukan berarti buku ini jelek, hanya berbeda dari kebanyakan buku yang pernah ditulis oleh si masternya cerita horor.

Alurnya linear dan tergolong lambat, membuatku cukup bosan karena ketegangan yang aku harapkan nggak muncul. Watak Scott Racey sebagai seorang lansia pun begitu datar, berpikiran simpel dan tanpa beban. mungkin selayaknya karakter lansia pada umumnya, Scott nggak lagi punya ambisi besar dalam hidup.

Premisnya cukup menarik, dengan mengangkat tema tentang massa tubuh yang terus berkurang. Sayangnya, eksekusinya mungkin akan terasa mengecewakan bagi para penggemar fanatik Stephen King.

Hal lain yang perlu digaris bawahi dalam buku ini adalah adanya tema homoseksual, yaitu pasangan Deirdre dan istrinya. Menurutku, watak mereka pun cenderung hitam putih, dengan penokohan yang tidak terasa istimewa. Deirdre sebagai sosok yang histerikal, berubah menjadi penuh empati setelah mengenal Scott lebih jauh.

Penyelesaian dari ‘Elevation’ menjadi penutup yang tidak dapat dihindarkan. Karena massa tubuh Scott yang terus berkurang, akhir ceritanya pun hanya satu, tanpa ada kemungkinan lain. Padahal premisnya cukup menarik, tapi mungkin Stephen King sendiri memang tidak membuat cerita ini menjadi kisah yang panjang dan kompleks.

Kesimpulan

Jika kamu adalah penggemar dari karya-karya Stephen King, ‘Elevation’ mungkin hanya sekedar bacaan ringan. Buku ini hanya terlihat sebagai buku selingan, yang sewaktu-waktu dapat dibaca jika tidak ada buku lain.

Tapi bila kamu belum pernah menjelajahi karya Stephen King–seperti aku, ‘Elevation’ bisa menjadi pilihan yang oke.  

Ada kalanya kamu mungkin akan merasa bosan saat membaca buku ini karena tidak ada klimaks dan anti-klimaks yang mengesankan. Tapi bagi para penulis yang ingin memperkaya ide di seputar genre science-fiction, ‘Elevation’ bisa menjadi selingan bacaan yang menginspirasi.

Tinggalkan Komentar di Sini