Ketika kamu kehilangan seseorang yang kamu cintai, sebenarnya seberapa besar kamu mengenal sosok orang tersebut secara menyeluruh? Apakah kamu yakin telah mengenal segala sisi baik dan buruknya, dan tidak terbutakan oleh bias dan rasa cinta?
Alex Michaelides, penulis best-seller ‘The Silent Patient’ telah merilis buku misteri pembunuhan terbarunya. Karya kedua yang berjudul ‘The Maidens’ ini terbit pada tahun 2021.
Buku kedua dari penulis keturunan Yunani dan besar di Inggris ini mengangkat seorang tokoh utama perempuan yang bekerja sebagai terapis. Unsur psikologi yang kental dalam buku ini membalut setiap perjalanan si tokoh utama.
Ternyata, dibalik rasa kehilangan yang dihadapi sang tokoh utama, tersimpan sebuah rahasia yang tidak pernah ia duga. Bagaimana ceritanya? Yuk, simak review singkatnya berikut!
Profil Buku
- Jenis Buku: Novel Fiksi
- Penulis: Alex Michaelides
- Genre: Thriller, Misteri
- Jumlah Halaman: 345 halaman
- Rating: 15 tahun ke atas
- Trigger Warning: pembunuhan, mutilasi, trauma, kematian
Sinopsis
Mariana Andros adalah seorang psikoterapis yang masih berduka setelah kehilangan suaminya, Sebastian, yang tenggelam di laut. Ketika ia sedang bertahan untuk melanjutkan hidup, Mariana harus menghadapi sebuah dilema baru. Sebuah kasus pembunuhan terjadi di Universitas Cambridge, almamater sekaligus tempat keponakannya, Zoe, sedang bersekolah.
Sahabat satu kamar Zoe menjadi korban, namun pembunuhan ternyata terus berlanjut. Keselamatan Zoe yang kian terancam, membuat Mariana tidak bisa diam. Kecurigaan Mariana pun muncul karena kehadiran seorang dosen karismatik bernama Edward Fosca yang dekat dengan para mahasiswi.
Di belakang penyelidikan polisi, Mariana berusaha mengumpulkan bukti dan mencari informasi seorang diri untuk membuktikan bahwa Fosca bersalah. Meskipun bayarannya adalah Mariana harus membuka diri terhadap trauma yang ia alami. Kematian Sebastian yang terus membayangi, serta kenangan masa kecil yang sulit ia lupakan.
Secara misterius, satu per satu mahasiswi yang tergabung dalam kelompok bernama ‘The Maidens’ ditemukan meninggal. Kecurigaan Mariana semakin kuat ketika mengetahui kedekatan ‘The Maidens’ dengan Profesor Fosca, sang tersangka utama.
Saat trauma masa lalu yang kusut mulai terurai, nyawa Mariana pun mulai terancam. Seluruh hipotesanya tentang Profesor Fosca ternyata salah besar dan pelaku sebenarnya lebih dekat dari yang ia kira.
Seluruh kasus pembunuhan yang terjadi ternyata berkaitan dengan Zoe dan Sebastian, yang memiliki hubungan spesial di balik layar. Zoe, keponakan yatim piatu yang selama ini ia lindungi, ternyata terlibat langsung dalam rentetan kasus pembunuhan yang terjadi.
Review
Sekali lagi, Alex Michaelides merilis sebuah buku yang kental dengan aspek psikologi. Trauma dan masa lalu yang kelam menjadi latar belakang yang membentuk Mariana dalam menghadapi masalah.
Latar belakang kehidupan Mariana yang hidup seorang diri, menjadikannya sosok yang tegar. Meski telah mengalami banyak penderitaan, ketegaran Mariana dalam melindungi Zoe cukup membuat saya terenyuh.
Penokohan yang menyentuh emosi pembaca ini berhasil membuat saya nggak berhenti berharap Mariana dapat menyelesaikan kasus dan menyelamatkan Zoe. Tapi, bukan Alex Michaelides kalau nggak memberikan kejutan di akhir cerita!
Alex Michaelides memang jago dalam mengemas cliffhanger di akhir bab, yang bikin pembaca jadi penasaran. Hal yang sama juga ia tunjukkan dalam buku debutnya, ‘The Silent Patient’. Saya jadi dibikin nggak sabar untuk terus membalik halaman dan mengikuti kejadian yang akan terjadi selanjutnya.
Alurnya pun berjalan linear, dengan sesekali Mariana kembali mengungkap masa lalu kehidupannya yang menurut saya diselipkan secara natural. Masa lalu Mariana yang kelam menjadi bumbu pelengkap yang berperan penting dalam membentuk karakternya dalam cerita.
Hal menarik lainnya adalah selipan beberapa bab berupa ‘surat’ yang ditulis oleh seorang tokoh misterius. Ketidakjelasan siapa tokoh yang menulis surat-surat tersebut membuat pembaca menaruh perhatian pada setiap tokoh yang muncul. Karena, bisa saja siapapun menjadi penulis aslinya.
Sebuah kejutan spesial pun disiapkan oleh Alex Michaelides bagi mereka yang telah membaca ‘The Silent Patient’. Yaitu, kehadiran Theo Faber, sang tokoh utama di buku debut Michaelides dalam buku ini!
Dalam buku ‘The Maidens’, tokoh Theo Faber diungkapkan sebagai kolega dari Mariana. Theo dituliskan masih bekerja di tempat lama, sebeluum ia pindah ke The Grove, latar tempat dalam buku ‘The Silent Patient’.
Hal ini terasa begitu menyegarkan bagi saya. Rasanya saya seperti masuk ke dalam universe tempat para tokoh yang dibangun oleh Alex Michaelides tinggal.
Hal ini menjadikan saya berharap bahwa universe dari Alex Michaelides akan terus berkembang hingga buku-buku berikutnya. Kabarnya, ia telah merilis buku ketiganya yang berjudul ‘The Fury’. Apakah Theo dan Mariana akan muncul di buku tersebut?
Sebagai pecinta buku ‘The Silent Patient’, buku ‘The Maidens’ memberikan ketegangan yang berbeda. Meski melewati masa lalu yang berat, Mariana menjadi tokoh utama perempuan yang begitu kompleks, pemberani dan tegar.
Konflik dalam ‘The Maidens’ mungkin tidak memiliki intensitas yang serupa dengan ‘The Silent Patient’. Tokoh-tokoh pembantu yang hadir pun sempat membuat saya sempat kebingungan untuk mengingat semua namanya.
Mungkin, hal tersebut sengaja dilakukan agar pembaca dibuat bingung? Akibatnya, pembaca pun jadi sulit untuk menebak siapa pelaku pembunuhan sebenarnya.
Secara keseluruhan, ‘The Maidens’ makin memantapkan posisi Alex Michaelides sebagai penulis cerita misteri di era modern. Alurnya yang cepat, dan bab-bab cliffhanger membuat Michaelides hadir sebagai penulis baru yang patut diperhitungkan.
Nggak heran sih, karena ‘The Silent Patient’ telah terjual hingga satu juta eksemplar dan terus dicetak ulang!
Saya harap bagi para pecinta buku misteri dapat memberikan kesempatan pada buku ini untuk menjadi hiburan di waktu senggang. Bagi yang sudah membaca ‘The Maidens’, yuk bagikan pendapat kalian di kolom komentar!

Tinggalkan Komentar di Sini