Tips Mengurangi Stres dan Burnout untuk Generasi Muda

Published by

on

Belakangan ini, setiap kali mengintip unggahan yang beredar di media sosial dapat terasa begitu melelahkan. Banyak anak muda yang sedikit-sedikit menyinggung masalah kesehatan mental, burnout, dan juga stress.

Sebenarnya, bagaimana sih kondisi mental anak muda di Indonesia saat ini?

Menurut data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) milik Polri, hingga Oktober 2023 tercatat ada 971 kasus bunuh diri. Kebanyakan yang menjadi korban adalah usia produktif mulai dari mahasiswa hingga pekerja kantoran yang sudah berkeluarga.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang, mulai dari ekonomi, keluarga, pekerjaan hingga lingkungan sosial.

Setiap orang tentu memang memiliki masalahnya masing-masing. Tapi, setiap orang juga seharusnya memiliki kemampuan untuk mengontrol apa yang baik dan tidak bagi dirinya. Hal ini tentu tidak mudah untuk dilakukan dan membutuhkan kesadaran untuk memulainya.

Meskipun sulit, setiap dari kita harus memilih untuk tetap hidup. Agar tidak selalu berkutat dalam pikiran sendiri, berikut adalah beberapa tips yang dapat aku bagikan.

Berolahraga

Berolahraga adalah salah satu cara yang memiliki dampak positif terhadap tubuh. Tidak hanya kesehatan fisik, tapi juga kesehatan mental.

Membiasakan diri untuk berolahraga secara teratur dapat membantu melepaskan toksin yang berada dalam tubuh. Berolahraga juga dapat memicu tubuh untuk menghasilkan hormon-hormon bahagia yang baik untuk menstabilkan mood.

Jantung kita adalah salah satu organ vital yang jika tidak berfungsi dengan baik akan menurunkan kesehatan tubuh. Agar jantung tetap sehat, cobalah olahraga cardio, yang dijamin sehat: jalan kaki atau lari selama 30 menit. Mulai dari jalan-jalan keliling rumah, mampir ke gelanggang olahraga, atau pergi ke gym bisa kamu lakukan.

Untuk melatih konsentrasi dan menyeimbangkan mood, cobalah meditasi atau yoga selama 15-20 menit. Olahraga yoga yang dilakukan dengan benar juga dapat memperlancar peredaran darah, dan menguatkan otot.

Menanam Mindset “Don’t Take Things Personally”

Salah satu TED Talk favoritku adalah topik self-development yang dibawakan oleh Frederik Imbo, seorang aktor dan pakar komunikasi asal Belgia.

Dalam presentasinya yang berjudul “How Not To Take Things Personally?”, beliau menjelaskan bagaimana kita harus memperbaiki mindset dalam menghadapi ego.

Dalam presentasinya, Imbo mengajarkan pentingnya mengatur sikap dan reaksi kita terhadap kejadian yang terjadi di sekitarmu. Daripada menanggapi sebuah kejadian secara internal, ada baiknya kita membalik mindset dengan tidak menjadikan situasi tersebut masalah pribadi.

Jika kalian tertarik untuk menontonnya, simak video berikut, ya.

Di akhir TED Talk-nya, Frederik Imbo menekankan bahwa apapun yang orang lain lakukan bukanlah hal yang dapat kita kontrol. Bila seseorang melukai, menghujat, dan menjatuhkanmu, nilai diri kita pun tidak akan pernah berubah.

Sempatkan “Me Time”

Salah satu faktor yang menyebabkan seseorang mudah stress adalah kurangnya fokus dalam memenuhi kebahagiaan internal.

Menyelesaikan kewajiban dalam pekerjaan ataupun sekolah demi mendapatkan gaji atau nilai yang baik adalah hal yang baik untuk dilakukan. Tapi, apa yang akan tersisa kalau tubuh dan mental jadi remuk karena kamu terlalu sibuk mengejar materi?

Sesekali, sempatkanlah waktu untuk memanjakan diri sendiri agar kamu tidak cepat burnout.

Misalnya, meluangkan waktu 30-60 menit untuk mengerjakan hobi yang bisa kamu lakukan, baik di dalam atau di luar rumah. Lakukanlah hal yang membuatmu senang dan melupakan sejenak beban tugas atau pekerjaan yang harus kamu selesaikan.

Agar kamu menjadi pribadi yang produktif untuk orang lain, jadilah produktif untuk dirimu sendiri dulu.

Perkayalah dirimu dengan ilmu dan belajarlah untuk mengenal diri sendiri. Mulai dari apa yang kamu suka dan tidak, mengetahui kelebihan dan kekurangan, hingga nilai-nilai yang penting bagi dirimu sendiri.

Tinggalkan Komentar di Sini