Katanya, insiprasi menulis bisa didapat dari mana saja. Paling enak sih, keluar rumah dan pergi ke tempat-tempat cantik ataupun cozy untuk membuka wawasan dan menambah ide. Kalau nggak, main ke perpustakaan atau ketemu seseorang supaya bisa saling berbagi cerita.
Tapi, gimana dengan si introvert yang angin-anginan kalau diajak pergi keluar? Rasanya malas ketemu orang, sampai ada yang milih buat ngendon di kamar seharian (…saya contohnya)?
Jangan khawatir!
Menulis kreatif juga bisa kok dilakukan oleh si introvert dari rumah. Caranya adalah dengan memanfaatkan berbagai aplikasi di telepon genggam terutama yang mudah bersinkronasi dengan laptop atau PC.
Berikut adalah 5 aplikasi favorit yang aku gunakan untuk menulis dan menyusun ide dari rumah.
1. Google Docs
Setiap penulis pasti akrab dengan aplikasi Google Docs, terutama para pengguna akun Google. Serupa tapi tak sama, Google Docs adalah aplikasi menulis gratis yang serupa dengan Microsoft Word. Bedanya, Google Docs dikelola oleh Google dan menggunakan penyimpanan berbasis cloud.
Google Docs menjadi aplikasi yang mudah digunakan apalagi bagi kalian yang bekerja secara mobile dan menggunakan banyak gadget.
Meskipun tidak memiliki banyak command tingkat advance seperti MS Word, Google Docs memiliki fungsi yang serupa dengan keluaran Windows tersebut.
Menggunakannya pun mudah, yang penting kamu perlu memiliki akun surel di GMail, yang akan segera menghubungkanmu dengan Google Docs. Program ini pun juga dapat digunakan secara offline, sehingga tidak perlu khawatir tidak bisa menulis saat tidak ada koneksi internet.
2. Instagram
Bagi si introvert yang gemar berfoto, membuat video dan desain grafis, Instagram bisa menjadi aplikasi penting untukmu.
Kamu juga dapat membagikan tulisanmu melalui Instagram, mulai dalam bentuk gambar maupun menulis pada takarir (caption). Panjang maksimal dari takarir Instagram saat ini adalah 2.200 huruf.
Instagram juga menjadi tempat yang cocok bagi kamu untuk mengikuti berbagai event menulis bersama komunitas dalam ataupun luar negeri. Kamu juga bisa mengikuti sesama creator yang dapat menjadi inspirasi, berkenalan, bahkan menjadi teman.
3. Streaming Lagu
Siapa di sini yang suka menulis sambil mendengarkan lagu? Sebagai penikmat musik, terkadang saya juga bekerja atau menulis sambil membuka aplikasi streaming lagu.
Saat ini, saya menggunakan Youtube Music. Kamu bisa menggunakan aplikasi lain sesuai selera, seperti Spotify atau Apple Music.
Selain menyimpan lagu-lagu favorit, saya juga menggunakan playlist khusus ketika sedang menulis topik tertentu.
Contohnya, ketika sedang menulis cerita fiksi bertema thriller, saya mencari playlist yang memiliki daftar lagu bertema thriller. Hal ini dapat mengatur mood saya untuk membuat narasi yang menegangkan. Jika sedang ingin membuat cerita romantis, maka saya dapat mencari playlist lagu-lagu yang membangun mood romantis.
Selain itu, saya juga menyimpan playlist bertema lagu lo-fi beats. Musik tanpa lirik tidak jarang membantu saya untuk berkonsentrasi saat sedang menulis ataupun berolahraga.
4. Pinterest
Aplikasi Pinterest menjadi wadah yang menarik untuk mengumpulkan ide-ide penulisan. Serupa seperti Google, Pinterest menitik beratkan pada pencarian gambar yang relevan dengan kata kunci pencarian.
Jika Google memunculkan artikel, gambar, atau video, Pinterest menunjukkan hasil pencarian berupa gambar.
Tapi, yang perlu diperhatikan saat menggunakan Pinterest adalah terkadang sulit menemukan sumber orisinil dari foto yang ditampilkan. Seringkali, penggunanya memiliki kebebasan untuk mengunggah berbagai foto yang mereka temukan di internet, dan mengesampingkan pemilik asli foto tersebut.
Karenanya, gunakanlah gambar yang ditampilkan di Pinterest seperlunya. Kamu dapat membuat kumpulan ide atau inspirasi dari kata kunci yang kamu cari.
Ini beberapa hal yang dapat kamu lakukan di Pinterest, yang erat kaitannya dengan menyusun sebuah cerita.
- Daftar sifat baik dan buruk untuk penokohan,
- Tips menulis,
- Inspirasi lokasi atau suasana yang estetik,
- Worldbuilding bagi yang ingin menulis cerita fantasi,
- Inspirasi wajah dan nama tokoh.
5. Canva
Bagi teman-teman penulis yang juga pecinta desain grafis, menggunakan Canva adalah salah satu cara untuk membantumu membuat gambar yang estetik.
Kamu dapat memanfaatkan template, grafis serta foto yang tersedia untuk mendukung tulisanmu. Di Canva, kamu juga dapat melakukan berbagai hal, seperti:
- membuat cover atau sampul bukumu sendiri,
- membuat moodboard, atau
- grafis untuk mempromosikan tulisanmu di media sosial.
Agar tampilan desainmu lebih bervariasi, kamu dapat berlangganan Canva per bulan atau per tahun. Kalau tidak salah, untuk langganan Canva per bulan, kamu membayar sekitar Rp 95,000.
Kalau kamu merasa tidak jago membuat desain yang cantik, jangan khawatir. Canva juga menyediakan template yang sudah jadi, yang dapat kamu unduh dan unggah ke media sosial-mu.
Dari lima aplikasi di atas, apakah ada juga yang jadi favoritmu? Yuk, bagikan kelebihan dan kekurangannya di kolom komentar, ya!

Tinggalkan Komentar di Sini